Ia mengatakan saat ini sudah ada Satuan Tugas Darat Manggala Agni, masyarakat peduli api, dan sistem kewaspadaan kesiapsiagaan berbasis komunitas.
BNPB juga menyiagakan helikopter surveilans untuk pemantauan titik panas (hotspot) di Indonesia. “Jadi kalau ada peningkatan hotspot dari citra satelit, kita lihat apakah itu benar titik api atau tidak. Kemudian kita juga sudah memulai untuk menyiapkan heli water bombing dan lain-lain,” ujar Abdul.
Ia menambahkan saat ini pemerintah berupaya agar kejadian lanjutan dari bencana yang terjadi di Indonesia, dapat dicegah. Misalnya pada bencana gempa yang menimbulkan likuefaksi, hingga pergerakan tanah atau longsoran. Sehingga, dalam pola BNPB dalam mempersiapkan mitigasi kedepannya tidak untuk satu jenis ancaman saja. (JFA)
Halaman : 1 2



















