Bea Cukai Langsa Sita Barang Ilegal Asal Thailand

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bea Cukai Langsa kembali menggagalkan penyelundupan delapan unit sepeda motor dari berbagai merek dan 20 koli atau lebih kurang 400 kilogram [dikonversi] sparepart [sepeda motor] asal Thailand.

Bea Cukai Langsa kembali menggagalkan penyelundupan delapan unit sepeda motor dari berbagai merek dan 20 koli atau lebih kurang 400 kilogram [dikonversi] sparepart [sepeda motor] asal Thailand.

WIDEAZONE.com, LANGSA | Bea Cukai Langsa menyita barang ilegal asal Thailand berupa delapan unit sepeda motor dari berbagai merek dan 20 koli atau lebih kurang 400 kilogram [dikonversi] sparepart [sepeda motor].

Penyitaan barang selundupan dari negeri Siam ini, setelah Tim Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP C Langsa pada Sabtu 13 Spetember 2025, menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman barang ilegal asal negara Thailand yang diduga akan masuk melalui jalur laut di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang yang akan dikirim menuju Sumatera Utara melalui jalur darat.

Setelah melakukan analisa penindakan, Tim P2 Langsa melakukan patroli di Jalan Lintas Medan – Banda Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang sekitar pukul 18.00 WIB.

Kemudian Tim menemukan truck mencurigakan sedang melintas dengan kecepatan tinggi menuju arah Medan dan tim segera melakukan pengejaran terhadap truck tersebut.

Ketika Tim P2 Langsa akan melakukan pemeriksaan, Truck target tidak mau berhenti dan berusaha kabur dengan bermanuver belok ke arah Trenggulun melewati kebun sawit.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Pada saat melakukan pengejaran satu mobil petugas masuk ke dalam parit, sementara tim lainnya terus melakukan pengejaran. Setelah melakukan pengejaran sejauh 35 km selama satu jam, dikarenakan medan yg sulit dan jalan kebun yang bergelombang dan becek, tim sempat kehilangan jejak, namun tim tetap melakukan pencarian dengan menyisir area kebun sawit.

Tepatnya di Bandar Setia, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, petugas menemukan truk terhenti di tengah kebun sawit. Dilakukan pemeriksaan awal, kedapatan truk tersebut memuat barang impor ilegal berupa sepeda motor dengan plat nomor aksara Thailand dan tidak ditemukan sopir atau orang yg menguasai truk tersebut. Setelah berkoordinasi dengan kepala desa setempat, truck dan muatan dibawa ke KPPBC TMP C Langsa guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Pada saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan juga plat nomor lain di truk tersebut. Hal ini diduga untuk mengelabui petugas saat proses pengangkutan barang ilegal tersebut. Petugas Bea Cukai Langsa akan terus berupaya untuk melakukan pendalaman atas pemilik atau pihak yang bertanggungjawab atas penyelundupan barang ilegal ini.

Kepala KPPBC TMP C Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap barang ilegal berupa kendaraan bermotor asal negara Thailand menjadi bukti nyata peran Bea Cukai sebagai community protector. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap barang-barang ilegal yang masuk ke wilayah Republik Indonesia,” ungkapnya.

Bea Cukai Langsa yang telah menyandang predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani [ZI-WBBM] dari Kemenpan-RB, menegaskan akan menindak setiap pelanggaran kepabeanan dan cukai di wilayah kerja KPPBC TMP C Langsa. [Abror Vandozer/red]

Berita Terkait

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:14 WIB

40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Berita Terbaru