Atasi Karhutla, Gubernur Sumsel Libatkan Mahasiswa

- Jurnalis

Selasa, 29 Oktober 2019 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menerima  audensi Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumsel dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Kabinet Bingkai Cita 2019

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menerima  audensi Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumsel dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Kabinet Bingkai Cita 2019

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menerima  audiensi Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumsel dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Kabinet Bingkai Cita 2019.

Dalam pertemuan yang digelar  di ruang rapat Gubernur, Selasa (29/10/2019) tersebut membahas tindak lanjut nota kesepakatan pada saat aksi tentang Karhutla Gerakan Aliansi Sumsel melawan Asap (G. Asma)beberapa waktu lalu. Serta Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Herman Deru  (HD) dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya (MY).

Dikesempatan ini  Herman Deru  menyambut baik atas kehadiran BEM  Unsri  dalam rangka membahas berbagai  hal sekaligus mencari solusi yang terbaik untuk kemajuan Sumsel dimasa mendatang terutama  terkait dengan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan HDMY.

“Sekarang ini yang menjadi fokus kita adalah  persoalan asap. Bahkan masalah ini telah menjadi  bencana tahunan bagi pemerintah sejak lama yang disebabkan oleh  kebiasaan warga  membuka lahan dengan cara dibakar,” tegas Herman Deru.

Karena ini kerap terjadi hampir disetiap musim kemarau, Herman Deru meminta peran para mahasiswa untuk ikut terlibat memberikan sosilaisasi kepada  masyarakat agar dapat merubah kebiasaan  membuka lahan dengan tidak melalui pembakaran.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla

“Ada kalanya kabut asap itu timbul bukan karena adanya kebakaran hutan, namun ada kalananya karena faktor perilaku masyarakat kita yang kerap membakar sekam  paca panen padi. Artinya kita perlu sosialisasikan persoalan ini,” tambahnya.

Dalam  mengatasi karhutla di Sumsel lanjut Herman Deru, membutuhkan dana yang sangat besar. Di samping itu langkah yang sudah diakukan  mulai dari pemadaman, mendorong penegakan hukum dan mecabut izin  korporasi yang  melakukan pembakaran.

“Kita telah mengerahkan sejumlah upaya dalam mengatasi karhutla di Sumsel mulai dari pembentukan satgas, penurunkan peralatan pemadaman jalur darat dan jalur udara. Bahkan  kita telah upayakan modifikasi cuaca yang semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” terangnya.

Kemudian  terkait dengan  Refleksi Setahun Kepemimpinan HDMY, Gubernur menjelaskan  sejumlah program  telah direalisasikan dan sebagian lagi masih dalam tahap  pengerjaan.

Baca Juga:  Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

“Selama satu tahun ini kita telah menertibakan lalulintas angkutan batubara .  Perbaikan infrastruktur  jalan yang menjadi tanggungjawab Provinsi  saat ini mendekati 100 persen sudah baik.  Kita juga telah  mengaktifkan lagi  P3N atau yang sekarang kita sebut  P2UKD dan P2UKK,” tutupnya.

Sementara Nimatul Hakiki selaku perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengucapkan terimakasih  atas waktu yang diberikan Gubernur  sehinga pihaknya bisa bersilaturahmi  sekaligus  menanyakan tindak lanjut nota kesepakatan tentang G. Asma dan sekaligus meminta penjelasan terkait dengan Refleksi Setahun Kepemimpinan HDMY serta sejauh mana capaian  program  terkait Visi dan Misi program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

 

Laporan : Akip

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terbaru