Soal Puluhan WNA di PT CRBC Muba, Imigrasi: Tak Kantongi Izin Ditindak

- Jurnalis

Minggu, 16 Maret 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga negara asing [WNA] asal Cina di PT China Road and Bridge Coorporation [CRBC] di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Puluhan warga negara asing [WNA] asal Cina di PT China Road and Bridge Coorporation [CRBC] di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

WIDEAZONE.com, MUBA | Kepala Seksi Teknologi Informasi Imigrasi Palembang, Dedi Firman menyebut pihaknya akan kroscek langsung soal puluhan warga negara asing [WNA] asal Cina di PT China Road and Bridge Coorporation [CRBC] di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Kami, akan cek dulu soal PT CRBC ini, apakah terdaftar atau tidak di Kantor Imigrasi untuk pelayanan izin tinggal orang asing yang ada di peruaahaan tersebut? Itu langkah pertama,” ungkapnya dalam keterangan melalui sambungan elektronik pada Minggu 16 Maret 2025.

Kedua, ujar Dedi, bila memang benar terdapat WNA, pihaknya akan mengkroscek berdasarkan info disampaikan dalam konfirmasi.

“Tapi langkah ini, sudah disampaikan pada bagian di lapangan untuk dimonitor. Nah ini sebagai tindakan awal,” kata dia.

Dikatakan Dedi, besok pihaknya [Imigrasi Palembang] akan mengecek di sistem terkait PT CRBC tersebut, apakah ada menempatkan orang asing di daerah Musi Banyuasin hingga data perusahaan?

Bila memang benar dugaan pelanggaran soal WNA Cina pada PT CRBC, maka Imigrasi akan melakukan tindakan pengamanan. “Pengamanan dilakukan terhadap keberadaan orang asing, ketika didapati tidak memiliki izin sesuai dengan peruntukannya,” tegas dia.

Baca Juga:  Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang

Sebelumnya, kehadiran puluhan warga Negeri Tirai Bambu ini menimbulkan keresahan bagi warga sekitar, bahkan tidak memberikan dampak positif bagi perekonomian mereka.

Sebaliknya, warga Bayung Lencir justru merasa terpinggirkan dan hanya dijadikan sebagai “kuli parit” di proyek-proyek yang dikerjakan oleh perusahaan tersebut.

Menurut pengakuan warga, para WNA Cina tersebut menduduki posisi-posisi strategis di PT CRBC, mulai dari tenaga ahli hingga pekerja kasar.

Sementara, warga lokal hanya diberi kesempatan untuk bekerja sebagai buruh kasar dengan upah yang minim.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat proyek-proyek yang dikerjakan PT CRBC menggunakan sumber daya alam [SDA] yang ada di wilayah Bayung Lencir.

Ketua LBH Perisai Keadilan Rakyat Tipikor Muba, Srianto SH mengungkap keprihatinannya atas kondisi yang terjadi di Bayung Lencir. Ia menilai bahwa kehadiran WNA Cina di PT CRBC telah melanggar Undang-Undang [UU] 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Tempat Sampah Terbakar! Kobaran Api Merambat ke Area Rawa Macan Lindungan

“Dalam undang-undang tersebut, diatur bahwa perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

“Kami sangat menyayangkan masyarakat pribumi di Bayung Lencir seperti dianaktirikan,” dalam keterangan konfirmasi melalui pesan singkat elektronik pada Minggu 16 Maret 2025.

Menurut Srianto, seharusnya, kehadiran PT CRBC dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan malah membuat mereka terpinggirkan. “Kami mendesak pemerintah untuk segera turun tangan dan menindak tegas perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan,” tegasnya.

Srianto juga menyoroti dugaan adanya praktik korupsi dan nepotisme dalam perekrutan tenaga kerja di PT CRBC.

Ia menduga bahwa perusahaan tersebut sengaja mendatangkan WNA Cina untuk menghindari kewajiban membayar upah yang layak kepada tenaga kerja lokal.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami tidak akan membiarkan masyarakat Bayung Lencir terus-menerus dizalimi oleh perusahaan asing yang tidak bertanggung jawab,” tegas Srianto.

Laporan Suherman | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Berita Terbaru