MESKI sudah bekerja dan menciptakan lagu sendiri, namun hingga sekarang belum ada perhatian dari pemerintah. Padahal sejumlah lagu ciptaannya itu telah menyentuh kearifan lokal.
“Lagu-lagu yang saya ciptakan itu satu upaya untuk mengangkat nilai-nilai kedaerahan. Harusnya Pemerintah Kabupaten Muara Enim memberi dukungan,” ujar Apriansyah (37) saat dihubungi Wideazone.com, Senin (5/8/2019).
Meski jauh sebelum Apriansyah sudah banyak lagu daerah yang populer sepetti Mutek Tihau, Dirut dan Kebile-bile, seharusnya lagu -lagu daerah yang baru diciptakan itu dibantu untuk melengkapi kekayaan lagu daerah.
“Saya sudah menggarap lebih dari 10 lagu berbahasa Muara Enim. Saya tak ingin mengatakan bahwa lagu yang sudah diciptakan itu sangat andal. Tapi kita akan usahakan untuk mengangkat nama daerah,” katanya.

Lagu-lagu hasil ciptaannya antara lain, Melemang, Ngubai, Anta Tue, Sahak Adak Sebandong Dekde, Aina, Punai Siolan, Empai Pacak, Kecici Berambai Due, Ngantat Rente dan Tanjungenim Kota Wisata.
Meski kerja keras untuk memposisikan sepuluh lagu itu masih jauh dari pencapaian yang maksimal, namun harapan Apriansyah agar Pemkab Muaraenim dapat membantunya.
Lagu-lagu ini memanh sarat dengan nilai tradisi. Sayangnya, pemerintah belum melirik upayanya. Padahal ada tradisi yang mulai punah dan “dilupakan” masyarakat. Apa itu?
“Contohnya ngumbai. Bagi warga Muara Enim, ngumbai merupakan tradisi memancing atau menangkap ikan secara beramai-ramai dengan memggunakan jaring panjang. Nah tradisi ini sekarang sudah dilupakan masyarakat,” katanya.
Maka sebagai seniman musik daerah, Apriansyah mencoba mengangkatnya lagi. Sebab tradisi ini benar-benar memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat Muara Enim.
Ada satu lagi tradisi religik yang juga jarang dikenang orang. “Itulah tradisi malam menyambut bulan Muharam yang dilakukan umat Islam setempat,” katanya.
Meski tak mempunyai banyak modal, hingga saat ini ia telah memdapat kepingan MP3. Meski sudah digarap secara serius, namun proyek itu belum selesai karena terbentur biaya. Apalagi sampai ke tahapan recording mastering. “Kami perlu bantuan,” katanya. (agus putra luntar)






![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

