Lebih Kedepankan Praktik, Kurikulum Merdeka Cocok Buat SMK

- Jurnalis

Senin, 8 Agustus 2022 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Saat ini, Kurikulum Merdeka tengah gencar diperkenalkan Pemerintah untuk dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan dari dasar hingga pendidikan tinggi.

Kurikulum tersebut cukup berpengaruh pada tingkat SMK, yang bertujuan peningkatan inovasi dan daya kreasi peserta didik agar siap menghadapi dunia industri.

Menurut Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni, dalam penerapan kurikulum merdeka ini terbagi ada tiga jenis yakni belajar, berubah dan berbagi.

“Belajar bearti sekolah tersebut masih menerapkan Kurikulum K.13, namun dalam penerapan merdeka belajar yang diimplementasikan sikap sikapnya saja, sementara kalau berubah semua pembelajaran sesuai dengan perubahan seluruhnya menjadi kurikulum merdeka jadi semua berubah mulai dari silabus dan lain sebagainya semua berubah yang mana perangkat pembelajarannya telah disediakan oleh pemerintah yang bisa diunduh,” jelasnya.

Kalau merdeka berbagi, ujar Mondy para guru membuat sendiri perangkat pembelajarannya.

“Saat ini berdasarkan data yang saya terima satuan pendidikan di Sumsel banyak menggunakan kurikulum merdeka berubah,” ucapnya.

“Namun, untuk sekarang implementaai kurikulum merdeka ini baru diterapkan pada siswa kelaa X. Kurikulum merdeka ini memang sangat baik bagi siswa SMK sebab berbasis projek tidak banyak teori lebih banyak praktik,” tambahnya.

Baca Juga:  PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus

Menang selama ini mata pelajaran berbasis projek hanyak untuk mata pelajaran produktif, namun kurikulum merdeka ini bukan hanya mata pelajran produktif saja yang berbasis projek tetapi mata pelajaran nomatif dan adaptif juga berbasis projek tidak sekedar tiori tiori.

Dikatakan Kabid SMK ini, dari total 314 SMK terdiri dari di Sumsel 114 SMK negeri dan siswanya SMK swasta. Dari jumlah 314 SMK sudah 50 SMK menerapkan mandiri belajar, 31 sekolah mandiri berubah, dan 6 sekolah menerapkan mandiri berbagi sisanya belum terdata.

“Dari ketiga kurikulum medeka tersebut setiap sekolah berbeda beda memilih persentase, sekarang ini data yang kami terima belum fit jadi belum tau totalnya,” tuturnya.

Saat disinggung masalah mengenai kendala penerapan kurikulum merdeka, Mondy menjawab namanya hal baru tentunya paling ribet untuk memperkenalkan kurikulum ini masalah mensosialisasikan kepada guru.

Tetapi, sambung Mondy sekarang lebih mudah karena sosialisasi dapat dilakukan secara daring, tetapi dapat menyentuh langsung biasanya di kabupaten kota biasanya setiap wakil bidang kurikulum dalam satuan pendidikan dikumpulkan untuk mendapatkan sosialisasi dengan cara mengundang dari pusat dan juga nara sumber dari kurikulum SMK Dinas Pendidikan untuk mensosialisasikan kurikulum merdeka.

Baca Juga:  SMP Negeri 41 Palembang Terapkan 'Double Shift' Ruang Kelas Terbatas

Menurut Mondy, kurikulum merdeka ini sangat baik bagi para pelajar khusus SMK apalagi ada mata pelajaran pilihan sebab selama ini untuk mata pelajaran pilihan itu hanya untuk ekstrakurikuler, dan nilainya berupa baik, cukup, tetapi di kurikulum merdeka mata pelajaran pilihan masuk pada mata pelajaran dalam penilaian di raport siswa.

“Tiap sekolah berbdeda beda untuk mata pelajaran pikihan itu disesuaikan, kalau SMK sesuai dengan potensi yang ada disekitar sekolah,”jelas Mondy.

Untuk kurikulum merdeka kata Mondy siswa bebas memilih mata pelajaran yang diinginkan yang sudah ditetapkan sekolah.

“Untuk mata pelajaran pilihan kalau di SMK sudah ada di antaranya kelas industri, kelas industri ini yakni kelas khusus,” paparnya.

Mondy menambahkan, kalau kelas industri tersebut karena SMK ini sudah penyelarasan kurikulum, maka bener bener pembelajarannya itu disesuaikan apa yang dibutuhkan industri.

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran
Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026
Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
10 Catar Akpol Mundur, Polda Sumsel Perketat Tahapan Ujian
Adam Alfharizi, Raja Catwalk SDN 20 Palembang Menuju Jakarta
Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:39 WIB

Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:47 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:50 WIB

PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB