Soal Buku Pelajaran, Zulinto: Satu Anak, Satu Buku

- Jurnalis

Selasa, 14 Juni 2022 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisdik Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM bersama Kepala SMPN 41 Palembang beserta para guru dalam acara pelepasan siswa siswi Kelas IX SMPN 41 Palembang, Selasa [14/06/2022].

Kadisdik Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM bersama Kepala SMPN 41 Palembang beserta para guru dalam acara pelepasan siswa siswi Kelas IX SMPN 41 Palembang, Selasa [14/06/2022].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM menyebutkan pemberian buku pelajaran bagi siswa tidak wajib dikembalikan siswa ke pada pihak sekolah.

“Buku itu wajib. Setiap anak berhak menerima buku untuk belajar, maka semua buku itu boleh dimiliki oleh anak mau diapakan, misal untuk belajar dan lain sebagainya. Siswa jangan dimarah, memang itu milik siswa, sebab pemerintah memberikan bantuan satu anak itu satu buku dalam arti setiap satu mata pelajaran buku dimiliki anak,” jelas Zulinto saat dibincangi di sela acara pelepasan siswa/siswi SMP Negeri 41 Palembang, Selasa [14/06/2022].

Selain itu, ujar Zulinto pada tahun 2023 pihaknya akan menggelontorkan SPM pendidikan yakni dengan memberikan baju seragam gratis.

Baca Juga:  Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

“Ya, ini kita coba meningkatkan pelayanan pendidikan, tahun demi tahun kita berusaha membantu masyarakat meningkatkan kemudahan kemudahan bagi anak anak untuk sekolah,” ucapnya.

“InsyaAllah, tahun depan wacana ini sudah dimasukkan ke anggaran, bapak Sekda Kota Palembang sebagai Ketua TAPD sudah setuju begitu juga dengan bapak walikota Palembang juga sudah setuju bahwa pemberian seragam gratis di tahun 2023,” tambahnya.

Selaku Kadisdik Kota Palembang, Zulinto juga mengimbau kepada siswa dan siswi SMP saat pengumuman kelulusan pada 15 Juni 2022 nanti, tidak ada siswa dan siswi yang corat coret.

“Suatu kegembiraan rayakan kelulusan itu jangan diluapkan dengan corat coret baju seragam sekolah, apalagi dengan ngebut ngebutan ini berbahaya,” imbaunya.

Baca Juga:  Ribuan Warga di Takziah 40 Hari Wafatnya Sang Pelopor Sekolah & Berobat Gratis

Menurutnya, kelulusan itu wajib disyukuri bukan dengan hal hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. “Keberhasilan yang di capai bukan hanya dari hasil belajar tapi juga doa orang tua dan juga para guru,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Ketua PGRI Sumsel ini, para siswa tak perlu rayakan kelulusan dengan corat coret lebih baik baju itu disimpan atau diberikan kepada orang yang membutuhkan.

“Kepala Sekolah dan guru saya ingatkan jangan ada anak anak du sekolahnya melakukan aksi corat coret dan konvoi saat pengumuman kelulusan besok [15/6/2022], kami akan memberikan teguran kepada sekolah sekolah yang kedapatan anak anaknya melakukan aksi tersebut,” tegasnya.

Berita Terkait

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP
Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri
Bersih-bersih Narkotika di Sumsel: 163 Tersangka Diringkus dan Ribuan Gram Sabu Disita

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 18:58 WIB

Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB