Jaga Keluarga dari Pengaruh Narkoba

- Jurnalis

Kamis, 28 Februari 2019 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) merupakan dua komponen utama sebagai garda terdepan untuk menjaga wilayah Indonesia dari gangguan keamanan. Karena itu jika muncul persoalan dan gangguan keamaman sosial di wilayah hukum Indonesia, TNII-Polri langsung bersikap tegas untuk meredakan ketegangan. Pengamat sosial politik dan kemasyarakatan dari Unversitas Muhamadiyah Palembang, Dr Apriyadi Sumo, nengatakan masyarakat harus mendukung upaya TNI-Polri menciptakan kedamaian di negeri ini.

“Kita harus mempunyai perhatian penuh kepada nilai keamanan masyarakat,” ujar Apriyadi, di ruang kerjanya, Kamis (28/2/2019). Menurut dia, banyak hal yang membuat keamanan masyarakat jadi terganggu. Misalnya adanya informasi hoaks di media sosial yang isinya berindikasi adu domba.

Adu domba itu tidak hanya membenturkan satu kelompok dengan lainnya secara langsung, tapi dengan isu miring menyudutkan satu masyarakat, sehingga dampaknya akan memunculkan keresahan sosial.

“Nah, untuk meringankan tugas TNI-Polri, masyarakat harus mengantisipasi hoaks tersebut, untuk tidak terpengaruh isu perpecahan,” ujar Apriyadi. Tugas untuk.meredakan ketegangan tidak gampang. Sebab taruhan paling mahal adalah nyawa.

Karena itu, sebagai warga negara yang baik, warga harus bisa menggalang kebersamaan untuk tidak terpengruh kepada isu-isu hoaks yang intinya untuk memecah-belah kesatuan bangsa. “Namun sekarang itu, tak hanya isu hoaks yang membahayakan kebersamaan kita. Selain masalah itu, yang paling berbahaya sekarang ini adalah peredaran narkoba di lingkungan masyarakat kita,” ujar Apriyadi.

Karena itu Apriyadi meminta agar masyarakat dapat menjaga keluarganya untuk tidak dipengaruhi racun narkoba. Ada dua pengaruh narkoba yang paling merusak. Pertama pihak bandar besar yang menggelitik perasaan masyarakat dengan uang. Sebab mereka menjejali masyarakat dengan untung besar, mobil mewah, rumah gedung serta kehidupan yang mapan.

“Kuncinya, mereka harus ikhlas menjadi kaki tangan bandar besar untuk membantu mengedarkan barang haram dan obat-obatan terlarang. Banyak dari mereka yang selama ini hidup miskin, tak punya apa-apa, setelah menjadi pengedar narkoba, keadaannnya sangat makmur. Bahkan para wanita pengedar itu mengenakan kalung, cincin dan gelang emas besar ,” kata Apriyadi.

Maka itu Apriyadi meminta agar masyarakat tidak cepat terpengaruh jika ada bandar yang menawarkan diri masyarakat untuk membantunya mengedarkan narkoba. “Saya yakin, tawaran mereka ini sangat menggiurkan. Namun dampaknya akan bisa merusak eksistensi bangsa kita. Sebab untuk merapuhkan perjuangan generasi muda kita, upaya pertama adalah meracuni anak-anak muda dengan narkoba. Jika ini terjadi, maka yang hancur tidak hanya bangsa, tapi juga anak kita sendiri,” ujar Apriyadi menutup perbincangan. (anto narasoma)

Berita Terkait

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi
Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara
Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU
UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor
Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM
Pasca Gerebek Sarang Narkoba, 2 Warga Desa Ditangkap
Munas IX Kadin Indonesia Akan Dibuka Ketua MPR RI
MAPPI Sumsel Gelar Musda ke III, ini kata Awaludin

Berita Terkait

Kamis, 25 Maret 2021 - 15:00 WIB

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi

Sabtu, 6 Maret 2021 - 23:19 WIB

Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:53 WIB

Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:52 WIB

UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:47 WIB

Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM

Berita Terbaru