WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Situasi perubahan zona COVID-19 di Kota Palembang tampaknya tidak berimbas pada persentase inflasi.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo dalam high level meeting ‘Strategis Unggulan Pengendalian Inflasi/Deflasi di Kota Palembang’ bersama Pemerintah Palembang.
“Tadi kami membahas beberapa isu, pertama terkait pengendalian inflasi daerah di kota Palembang, Alhamdulillah memang kita masih dalam rentan angka inflasi yang terkendali,” kata Hari, Selasa [5/10]
Kalau kita lihat, tutur Hari inflasi kita di angka 0,05 persen. Memang ini mengalami inflasi setelah beberapa bulan sebelumnya kita mengalami deflasi, bulan lalu kita mengalami deflasi 0,04 persen. “Jadi inflasi tipis dan sekarang juga inflasi tipis,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah kota Palembang, Ratu Dewa juga menjelaskan, selain pembahasan inflasi ataupun deflasi, Pemerintah kota Palembang juga lakukan pembahasan terkait perencanaan MoU bersama Bank Indonesia [BI] yang berkaitan dengan strategi pengendalian ekonomi, khususnya di bidang sektor pertanian, sektor perdagangan dan soal pasar.
“Pertama, berkaitan secara teknik akan kita buat MoU. Yang kedua berkaitan dengan sosialisasi ke masyarakat, khsusnya persoalan-persoalan yang bisa menyentuh pelayanan langsung ke masyarakat,” ungkap Ratu Dewa.
Ia juga memaparkan, terkait pelayanan langsung ke masyarakat, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi melalui gerakan ke setiap rumah penduduk tentang beragam jenis tanaman melalui warung tani dengan lokasi-lokasi yang ditargetkan yakni Kecamatan Kertapati, Seberang Ulu Satu, serta Kecamatan Seberang Ulu Dua.
“Data detailnya nanti kita gunakan data dari statistik. Sentuhan ini utamanya tanaman sayur dalam pot ataupun tanaman obat-obatan dalam pot. Ini yang akan dibackup oleh Bank Indonesia,” jelasnya.
Tadi, kata Dewa sudah kita bahas bersama dan dalam waktu dekat akan dilakukan MoU secara tertulis. [wr]



















