Lakukan Seleksi Ketat bagi Tenaga Pendidik
PERLAKUAN menyimpang seorang oknum dosen pembimbing skripsi terhadap mahasiswinya di Perguruan Tinggi Sumatera Selatan yang tengah viral menuai sorotan tajam dari Pengamat Sosial dan Politik, Bagindo Togar.
“Mahasiswa jika direpresentasikan dalam lingkungan perguruan tinggi adalah anak didik, sedangkan akademisi adalah orang tua,” kata Bagindo Togar saat dijumpai Wideazone.com, Kamis [30/9].
Alangkah tak bermoral, kecam Bagindo, mental laknat seorang oknum tenaga pendidik terhadap anak didiknya sendiri. Sikap ini tidak terpuji dan menyimpang dari norma norma serta nilai luhur akademik. “Kok, tega! Berbuat seperti itu,” ungkapnya dengan raut kecewa.
Eks Ketua IKA FISIP Universitas Sriwijaya ini mengatakan perguruan tinggi harus terhindar dan steril dari perbuatan atau aksi aksi pelecehan seperti itu. Tidak ada kompromi terkait persoalan itu, ini untuk perguruan tinggi secara menyeluruh.
“Kampus tempat belajar, mengajar, menggali ilmu, serta tempat mencari nilai nilai pengabdian setelah dia [Mahasiswa/Mahasiswi] lepas dari sana. Kalau sampai terjadi peristiwa tersebut bagaimana nilai nilai dan kultur akademik bisa terbangun di Universitas ketika para pendidiknya, walaupun ini baru satu yang terlihat dan kabarnya si korban tadi kesulitan dalam melengkapi kesaksian kesaksiannya tapi testimoni dia [korban] perlu dihargai. Nanti berikutnya bisa diambil keterangan si dosen atau pengajar yang melakukan perbuatan itu,” tegasnya.
Hindarkan Mahasiswa Tampil Perseorangan
Lain kali, imbau Bagindo ruang ruang atau pun ragam kegiatan akademik di kampus benar benar dalam pantauan, misalnya melengkapi ruang ruang tadi dipasang CCTV, menghindarkan mahasiswa tampil perseorangan, atau dibuat ketentuan ketentuan untuk mencegah ekspresi prilaku pelecehan seperti itu.
Menurut Bagindo, terlepas dari semua itu bagaimana men-screening para pengajar menjadi tenaga pendidik. Dimaksudkan untuk lebih ekstra penyeleksiannya.
Unsur jadi tenaga pendidik, sambung Bagindo proses seleksinya harus ketat, termasuk dari aspek mental, moral akademik, prilaku sosial, religiusitas, harus benar benar menjadi pertimbangan bagi seluruh perguruan tinggi.
Insiden itu menjadi pembelajaran bagi seluruh jenjang pendidkan tinggi, tidak hanya perguruan tinggi negeri saja namun menyeluruh di setiap tingkatan pendidikan. Ini menjadi atensi khusus untuk jadi pendidik tidak mudah.
Terkait hal itu, Bagindo tegaskan pertama, berikan sanksi keras, kedua, untuk para petinggi universitas, tempatkanlah para sosok tenaga pendidik sesuai dengan kompetensinya bukan karena adanya kedekatan, bukan aspek emosional terhadap pemangku kepentingan.
“Wibawa kampus dan tenaga pendidik harus dibangun, proses seleksi berlakukan lebih ketat tak hanya intelektualitas tapi moral dan ekpresi prilaku harus ditinjau,” pungkasnya.
Laporan Abror Vandozer



![Jon Heri kembali mendapat kepercayaan memimpin Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] SMSI Sumsel 2026, digelar di The Zuri Hotel Palembang, Kamis 29 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261029-WA0053_copy_3675x1884-1-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Jon Heri kembali mendapat kepercayaan memimpin Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] SMSI Sumsel 2026, digelar di The Zuri Hotel Palembang, Kamis 29 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261029-WA0053_copy_3675x1884-1-129x85.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

