Gara Gara Katakan “Payahlah Kalo Wong Lah Jadi Rajo”: Anggota KPU Muratara Dikeroyok

- Jurnalis

Selasa, 11 Mei 2021 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum Musi Rawas Utara (KPU Muratara) Divisi Hukum, Handoko SPdI mengalami luka lebam akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oknum warga Muratara.

Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum Musi Rawas Utara (KPU Muratara) Divisi Hukum, Handoko SPdI mengalami luka lebam akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oknum warga Muratara.

WIDEAZONE.COM, MURATARA — Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum Musi Rawas Utara (KPU Muratara) Divisi Hukum, Handoko SPdI mengalami luka lebam akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oknum warga Muratara.

Peristiwa yang melanda Komisioner KPU tersebut terjadi di kantor Bupati Muratara sekira pukul 13.30 WIB pada Senin 10 Mei 2021 siang, bermula saat ia bersama Komisioner KPU Muratara akan meneyerahkan mobil dinas (Mobdin) ke Pemkab.

Terkait kronologi insiden, Handoko menjelaskan ketika beberapa kali surat masuk ke KPU Muratara masalah pengembalian Mobil, terakhir surat itu minta kembalikan mobil terdapat dua pada Jumat. “Terakhir ada saudara IP,  Qodri, dan Beri datang ke kantor untuk narik mobdin tersebut, maka kesepakatan kami sesam KPU mengadakan Rapat Pleno, takutnya nanti adanya ketersinggungan jika ditarik satu persatu. Jadi, ketika Senin dikembalikan semuanya,” ungkap Divisi Hukum KPU Muratara.

Baca Juga:  Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Tadi sekira pukul 11.00 WIB, ujar Handoko kami datang ke pemerintah daerah (Pemda Muratara), kita susun mobdin tersebut, ketika disusun itu, saya tidak mengetahui ada mobil datang, rupanya mobil itu adalah mobil Wabup. “Kemudian, saya panggil halo Wabup! Seperti itu sahut saya. Saat itu saya sedang duduk, kebetulan Wabup tengah berbicara dengan Busairi, lalu saya katakan ‘sudah kembalikanlah Mobil Negara itu’ saat saya melintas lalu bicara ‘Payalah kalo wong lah jadi Rajo’ lalu saya dipanggil pak Wabup ‘apo cerito kawan tadi’, aku ceritokan ini, aku ngomong bahwa apa yang aku lakukan sekedar bicara seperti itu saja,” paparnya saat diwawancarai awak media, Senin (10/5/2021).

Berita Terkait

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 September 2026 - 12:32 WIB

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB