Warga Pesisir Lematang Keluhkan Air Sungai Tercemar Batu Bara

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Pesisir Lematang Keluhkan Air Sungai Tercemar Batu Bara

Warga Pesisir Lematang Keluhkan Air Sungai Tercemar Batu Bara

WARGA Pesisir Lematang, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengeluhkan sungai yang sebagai sumber pencarian mereka kini tercemar akibat limbah angkutan muatan batu bara.

“Dampak angkutan batu bara yang melintasi melalui jalur sungai ini, air sungai mulai tercemari dengan limbah batu bara, dan mengganggu aktivitas kami sebab kami mencari nafkah dari sini,” kata Edi warga pesisir Lematang Kecamatan Tanah Abang, Senin (30/03/2020).

Menurut tokoh masyarakat dan pernah menjabat wakil rakyat 2014-2019, Hairul Mursalin kejadian ini bukan kali pertama, sebab saya melihat dan mendengar keluhan langsung dari masyarakat pesisir lematang mulai dari warga desa di Kabupaten Muaraenim hingga desa desa di pesisir lematang Kabupaten Pali.

“Masyarakat meminta agar ANGKUTAN BATU BARA MELALUI SUNGAI LEMATANG UNTUK DIHENTIKAN sebelum jelas status kegiatan operasionalnya, tidak adanya sosialisasi terhadap masyarakat. Angkutan batu bara (ponton) yang melintasi sungai lematang mengakibatkan ombak besar dan menenggelamkan perahu masyarakat dan hal ini telah memakan korban,” ungkap Hairul kepada Wideazone.com dan ZoomPost.

Baca Juga:  MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

“Patut kita duga izin prinsip perusahaan angkutan batu bara belum ada. Kami tekankan, agar angkutan dengan muatan batu bara diberhentikan untuk melintasi jalur sungai lematang. Kepada pemangku kempentingan untuk merespon keluhan kami secepatnya,” ucapnya dengan nada tinggi.

Ia menuturkan, saya dan masyarakat akan menggiring persoalan dan permasalahan ini, kami berencana besok akan melayangkan surat protes ke Dinas Lingkungan Hidup Kapubaten Pali dan Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pali.

“Bentuk protes kami, akan dilanjutkan dan ditembuskan ke Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, Dinas Perhubungan Pali dan Pemerintah Kabupaten Pali,” tutup Hairul dengan tegas.

Baca Juga:  Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Terkait persoalan angkutan batu bara intens melintasi jalur sungai lematang, Kepala Desa (Kades) Persiapan Tanah Abang Timur mengatakan dengan singkat “itu uji coba”.

“Minggu 29 Maret 2020, perahu yang mengangkut buah rambai milik warga (Heri) karam, karena dampak ombak ponton dengan muatan batu bara. Bukan itu saja, dampaknya debu batu bara, dan hal ini juga nelayan kesulitan mencari ikan akibat terpaparnya ekosistem di sungai tersebut,” ungkap Pranata sambil menggumam.

“Hal ini dapat berimbas pada omzet pendapatan nelayan di pesisir Lematang serta dapat mengakibatkan air kotor padahal sumber air PDAM kabupaten PALI dari Sungai Lematang,” sambungnya sembari mengakhiri percakapan.

Laporan Nanang Paulus

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB