Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Perubahan iklim, meningkatnya mobilitas penduduk, serta semakin intensifnya interaksi manusia dengan lingkungan dan satwa liar dinilai meningkatkan risiko munculnya penyakit infeksi baru [emerging infectious diseases].

‎Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi sektor kesehatan yang menuntut kesiapsiagaan tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat.

‎Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM, mengatakan penyakit infeksi emerging merupakan penyakit yang baru dikenali, mengalami lonjakan kasus secara signifikan, atau meluas ke wilayah baru akibat perubahan lingkungan maupun perilaku manusia.

‎”Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit yang sebelumnya belum dikenal atau telah mengalami perubahan genetik sehingga lebih mudah menyebar,” kata Harun dalam keterangannya, Selasa 23 Juni 2026.

‎Ia menegaskan, ancaman penyakit infeksi baru tidak boleh dianggap remeh karena memiliki potensi penyebaran yang cepat dan sering kali diawali dengan gejala yang menyerupai penyakit umum sehingga terlambat terdeteksi.

‎”Deteksi dini menjadi sangat penting. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujarnya.

‎Menurut Harun, kemunculan penyakit infeksi emerging dipicu berbagai faktor, di antaranya perubahan iklim, kerusakan lingkungan, perpindahan penduduk antarwilayah, meningkatnya perjalanan internasional, hingga belum optimalnya pengawasan kesehatan hewan dan sanitasi lingkungan.

‎Mengantisipasi ancaman tersebut, RSMH Palembang terus memperkuat sistem kesiapsiagaan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas pemeriksaan, serta penerapan standar pencegahan dan pengendalian infeksi secara ketat.

‎”Kami terus meningkatkan kewaspadaan di lingkungan rumah sakit. Deteksi dini, isolasi pasien sesuai indikasi, serta penanganan berdasarkan standar medis menjadi langkah utama untuk mencegah terjadinya wabah,” katanya.

‎Harun mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi informasi mengenai penyakit infeksi baru, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

‎Ia meminta masyarakat rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, memakai masker saat sakit atau berada di keramaian, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi atau gejala yang tidak biasa dan tidak kunjung membaik.

‎”Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan informasi kesehatan diperoleh dari tenaga medis atau instansi resmi agar masyarakat tidak terpengaruh hoaks,” ujarnya.

‎Harun juga menjelaskan hingga kini belum semua penyakit infeksi *emerging* memiliki terapi spesifik. Pada sejumlah penyakit, vaksin masih dalam tahap pengembangan sehingga penanganan difokuskan pada terapi sesuai kondisi pasien dan perkembangan ilmu kedokteran.

‎”Penatalaksanaan setiap penyakit bisa berbeda. Bahkan untuk penyakit yang sama, tata laksananya dapat berubah mengikuti perkembangan penelitian, bukti ilmiah, dan teknologi medis terbaru,” jelasnya.

‎Ia menegaskan, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penyebaran penyakit infeksi baru.

‎”Pencegahan dan pengendalian infeksi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semakin disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih, semakin kecil risiko penularan penyakit,” tegasnya.

‎Harun juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ringan seperti demam, batuk, atau tubuh lemas yang berlangsung lebih dari dua hari.

‎”Segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Jangan mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa mengetahui penyebab penyakitnya karena hal itu justru dapat memperlambat penanganan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat

Berita Terkait

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
DPW PKB Sumsel Buka Suara Soal Tudingan Penipuan, Siap Lapor Balik Pelapor jika tak Terbukti ‎
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH
Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎
FORKA UPGRIP Kecam Penyegelan Kantor BPH, Sebut Cederai Marwah Kampus ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Juni 2026 - 11:32 WIB

Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:39 WIB

Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Berita Terbaru

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]

Breaking News

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Jun 2026 - 19:32 WIB