Rehab Ruang Kerja Wawako Palembang Telan Anggaran Rp1,7 Miliar, ASJ Singgung Kinerja

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar pada medsos @aktivissumseljkt.

Tangkapan layar pada medsos @aktivissumseljkt.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kebijakan Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang mengalokasikan anggaran Rp1,7 miliar untuk rehabilitasi ruang kerja Wakil Wali Kota dalam APBD 2025 memicu polemik tajam dan gelombang kecaman di media sosial.

Aktivis dan pegiat antikorupsi menilai kebijakan tersebut tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang masih tertekan secara ekonomi.

Sorotan publik menguat setelah angka anggaran dinilai terlalu besar dan tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak warga. Di tengah persoalan kemiskinan dan infrastruktur yang belum merata, penggunaan dana untuk fasilitas pejabat dianggap sebagai bentuk salah prioritas.

Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta [ASJ], Nopri Agustian, menilai kebijakan tersebut sebagai cerminan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Ia menegaskan, dana miliaran rupiah semestinya dialokasikan untuk program yang berdampak langsung.

Baca Juga:  Sidang Perdana Praperadilan Roby Pratama Dugaan Penundaan Perkara di PN Palembang

“Rehab ruang kerja sampai Rp1,7 miliar itu tidak masuk akal. Di saat masyarakat masih kesulitan, pemerintah justru menghamburkan anggaran untuk kenyamanan pejabat,” tegas Nopri.

Ia juga mempertanyakan urgensi proyek tersebut yang dinilai tidak memiliki dasar kebutuhan mendesak. Menurutnya, keputusan ini memperlihatkan ketimpangan antara kepentingan elit birokrasi dan kebutuhan riil masyarakat.

Lebih jauh, ASJ turut menyinggung kinerja Wakil Wali Kota Palembang yang dinilai belum menunjukkan capaian signifikan. Renovasi ruang kerja dengan anggaran besar di tengah minimnya hasil kerja disebut berpotensi memperburuk kepercayaan publik.

Baca Juga:  Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount

“Belum ada kinerja nyata yang dirasakan masyarakat, tapi fasilitasnya justru dipoles mewah. Ini bukan hanya soal anggaran, tapi soal etika kepemimpinan,” ujarnya.

Aktivis mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk membuka secara transparan dasar penganggaran tersebut serta mengevaluasi ulang kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Mereka juga meminta agar anggaran dialihkan ke sektor prioritas seperti pengentasan kemiskinan dan perbaikan layanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kota Palembang terkait kontroversi tersebut.

Berita Terkait

UKK PKB Sumsel Resmi Dimulai, DPP Uji Calon Ketua DPC dari 7 Daerah
Muratara “ZONA MERAH” Sengketa Lahan Petani Versus Lonsum–Seleraraya Berpotensi Meledak
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah
Cik Ujang Calon Tunggal Demokrat Sumsel, DPP Putusan Akhir
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas
Kejati Sumsel Sita 14 Aset PT KMM Pusaran Korupsi Distribusi Semen
Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:27 WIB

UKK PKB Sumsel Resmi Dimulai, DPP Uji Calon Ketua DPC dari 7 Daerah

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

Muratara “ZONA MERAH” Sengketa Lahan Petani Versus Lonsum–Seleraraya Berpotensi Meledak

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:13 WIB

Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

Kamis, 30 April 2026 - 08:18 WIB

Cik Ujang Calon Tunggal Demokrat Sumsel, DPP Putusan Akhir

Berita Terbaru