50 ASN IKUTI PENYULUHAN ANTI NARKOBA

- Jurnalis

Rabu, 24 April 2019 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PANDEGLANG — Pengaruh narkotika dan obat-obat terlarang akan merusak saraf dan kinerja perangkat pemerintah.

Karena sekitar 50 personal yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan para pustakawan, mengikuti program Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba di aula Komando Distrik Militer (Kodim) Pandeglang, Rabu (24/4/2019).

Kegiatan itu digelar Kesbangpol Kabupaten Pandeglang. Menurut Kepala Seksi Pencegahan P2M BNNP Banten, Ainul Mardiah SKM, mengatakan agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba, para perangkat pemerintah mengikuti penyuluhan anti narkoba.

Baca Juga:  Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

“Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan itu. Alhamdulillah, kegiatannya berjalan tertib, lancar dan aman,” ujar Ainun melalui WhatsApp-nya.

Agar konsekuensinya sesuai tujuan, katanya, kegiatan itu akan dilaksanakan secara rutin ke berbagai kalangan berbeda.

Ainul berharap, kegiatan anti narkoba itu dapat terjangkau ke berbagai kalangan.

“Jadi setiap program kegiatan saarannya dapat diikuti berbagai kalangan,” ujarnya.

Menurut Ainul, kegiatan itu sangat penting untuk menghindarkan masyarakat dari bahayanya penyalahgunaan narkoba. Karena itu Ainul meminta bantuan seluruh masyarakat untuk menyebarluaskan informasi tentang penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga:  Menaker Tinjau Posko THR dan BHR Keagamaan 2026, Pastikan Hak Pekerja Terlindungi Jelang Lebaran

Karena itu Ainul meminta agar semua pihak dapat menyerap wawasan tentang bahayanya narkoba. Dengan demikian daoat beroeran serta untuk menghambat peredaran narkoba ke masyarakat.

“Saya berharap agar semua masyarakat dapat terbebas dari penggunaan narkoba yang tak ada manfaatnya sama sekali,” ujar mantan bidan tersebut, menutup perbincangan (abror vandozer/rel)

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI
IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026
Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Sabtu, 18 April 2026 - 08:07 WIB

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Rabu, 15 April 2026 - 18:45 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Rabu, 15 April 2026 - 18:24 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terbaru