1 Jam Bersama Dirintelkam Polda Sumsel: Hapus Paham Radikalisme di Kalangan Generasi Milenial

- Jurnalis

Jumat, 9 April 2021 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1 Jam Bersama Dirintelkam Polda Sumsel: Hapus Paham Radikalisme di Kalangan Generasi Milenial

1 Jam Bersama Dirintelkam Polda Sumsel: Hapus Paham Radikalisme di Kalangan Generasi Milenial

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — DirIntelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK MSi menjadi Narasumber di stasiun Pal TV Palembang.

Acara yang mengusung tema “Menghapus Paham Radikalisme di Kalangan Generasi Milenial” bertempat di Panhead Cafe dan Resto, jalan KH Ahmad Dahlan nomor 45 Palembang.

Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK MSi didampingi H Mgs Syaiful Fadli selaku Anggota DPRD Provinsi Sumsel dan Tokoh Pemuda.

Ratno Kuncoro menyampaikan kenapa mengenai terorisme, radikalisme dan intoleransi menjadi informasi yang trend saat ini, tidak terlepas kaitannya dengan kasus yang terjadi baru-baru ini yaitu pada 24 Maret 2021 yang lalu sepasang suami istri melakukan bom Gereja Katedral di Makassar dan 4 hari berselang terjadi kasus penyerangan oleh wanita milenial di Mabes Polri. “Setelah diteliti oleh Densus 88 dan BNPT diketahui mereka telah terpapar paham Radikal,” ungkapnya.

Paham Radikal adalah paham dimana merasa perlu ada perubahan baik secara sosial, ekonomi dan politik secara drastis dan tak jarang menggunakan cara-cara kekerasan.

Baca Juga:  70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

“Munculnya radikalisme tidak terjadi secara serta-merta namun dimulai dari adanya intoleransi yaitu sikap yang menyatakan diri paling benar dan kelompok lain salah, yang bila tidak diatasi akan berkembang menjadi radikalisme dan bila disertakan dengan kekerasan menjadi terorisme,” ucap Ratno yang pernah menjabat sebagai Kasat Intelkam Polrestabes Palembang.

Dari hasil monitoring Densus 88 yang di back up oleh intelijen seluruh Indonesia, sudah banyak kasus yang diungkap dan ratusan/ribuan orang telah ditangkap dalam meredam kasus teror namanya “Preemtife Stright”. Dan jaringan terorisme telah diketahui diantaranya JAD dan JAT yang berafiliasi dengan ISIS dan bahkan banyak warga kita berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan jihadis asing melawan pemerintahan Irak yang sah.

“Artinya kelompok ini tidak hanya berdiam diri, mereka melakukan perekrutan dan menyebarkan paham Radikal ke masyarakat, mereka merekrut pengantin melakukan aksi teror dengan target kepolisian ataupun tempat dengan mobilitas tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Di Sumsel telah beberapa kali terjadi kasus penangkapan dan beberapa napi teror di lapas Sumsel yang masih menjalani hukuman, untuk itu kepolisian membutuhkan dukungan dari masyarakat dan seluruh elemen lain dalam mendeteksi awal muka terorisme yaitu radikalisme. “Radikalisme tidak suka agama lain, tidak suka dipimpin kelompok lain yang tidak menutup kemungkinan masih terjadi di wilayah Sumsel,” jelasnya.

Hasil penelitian terhadap salah satu laptop hasil sitaan kelompok teroris diketahui gerakannya begitu masif dan tidak hanya terjadi di kalangan yang fanatik dalam beragama bahkan menargetkan mahasiswa dan ASN termasuk TNI/Polri. “Dari situ diketahui bahwa kelompok ini memiliki pola untuk merubah mindset seseorang untuk menjadi radikal.
Kolaborasi dengan Densus 88 yang sudah diakui dunia, saat ini situasi masih terbilang kondusif, kita juga menggandeng beberapa tokoh agama,” tutur Kombes Ratno seraya mengakhiri.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan COVID-19. (Abror Vandozer/rel)

Berita Terkait

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa
TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar
Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Minggu, 27 September 2026 - 22:36 WIB

Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB

Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 22:14 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB