WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] Sumatera Selatan dalam memperjuangkan nasib Guru honorer bukan isapan jempol belaka.
PGRI Sumsel juga mendata bahwa kota Palembang kekurangan 4272 guru yang meliputi dari tingkat SD dan SMP.
Berkaitan dengan itu, Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto SPd MM bersama Sekretaris Daerah Kota Palembang Drs Ratu Dewa MSi mengajukan permohonan ke pada pemerintah pusat agar dapat mengangkat guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK] disetujui.
Dengan pengajuan formasi sebanyak 620 tenaga pendidik yang statusnya honorer dikaji ulang kembali pada beberapa hari lalu sehingga diajukan kembali sebanyak 3500 tenaga pendidikan honorer untuk diangkat menjadi PPPK dan itu disetujui.
“Sebanyak 3500 guru honorer di kota Palembang disetujui untuk diangkat menjadi PPPK dengan kategori. P1 yang lulus passing grade, P2 k2, P3 tidak lulus passing grade di atas 3 tahun dan P4 tidak lulus passing grade di bawah 3 tahun, mengingat kekurangan guru dari tingkat SD dan SMP yang ada di Kota Palembang sangat signifikan mencapai 4272 guru,” ungkap H Ahmad Zulinto saat diwawancarai, Rabu [13/07/2022].
Dikatakan Zulinto, seluruh guru honorer baik itu yang sudah lulus passing grade atau pun P1, P2, P3 dan P4, sudah diperhitungkan dalam dana alokasi umum [DAU], artinya semuanya itu sudah dikalkulasikan gaji pokoknya.
Alhamdulillah, ujar Zulinto, diiringi doa dan air mata, perjuangan Ketua PGRI Sumsel bersama Sekda Kota Palembang beserta jajaran Pemerintah Kota Palembang melalui BKPSDM membuahkan hasil yang manis.
“Perjuangan tak hanya sampai di sini saja, masih berlanjut dan juga tenaga kependidikan [teknik] di lingkungan sekolah sebab peran mereka penting sebagai jantungnya sekolah, usulan ini masih dalam regulasi aturan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun, PGRI Sumsel pagi ini [13/07/2022] menggelar syukuran bertempat di Gedung The Sultan.
Mereka yang hadir ini berpakaian PGRI meliputu P1 yang sudah PG, P2 untuk kategori K2, P3. Untuk Non PG, P4. Untuk honorer yg SDH terdaftar di dapodik blm 3 tahun, tekniik [TU, Penjaga dan OB]
Sementara itu, Ketua Forum Guru Honorer Palembang David Syahputra mengatakan, syukur Alhamdulillah, penantian seluruh guru honorer selama ini terkabul untuk diangkat menjadi PPPK.
“Saya mewakili dari teman teman sangat berterima kasih kepada Ketua PGRI Sumsel dan Kota Palembang, Sekda, Walikota dan BKPSDM atas perjuangannya kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di kota Palembang ini, semoga amal ibadah bapak dan ibu semua dibalas oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

