Informasi yang dihimpun, sebelum peristiwa berdarah itu, sekitar pukul 15.00, keponakan korban, Agung Satria (20) sedang silaturahmi ke rumah tetangga, lalu mendapat kabar kalau korban ditemukan warga terkapar di TKP. “Saat itu saya lagi bertamu, ke rumah tetangga tetangga sebelah rumah, lalu mendapatkan kabar dari warga, mengatakan paman sudah terkapar di lorong Indrawari bersimbah darah. Ketika saya cek ke sana ternyara benar,” ungkapnya.
Dirinya (Agung) tak mengetahui persis peristiwa tersebut. Apalagi korban sudah ditemukan di TKP sudah tak bernyawa, “Nah saat melihat paman sudah kita bernyawa dan warga pun sudah ramai di TKP, saya dan warga langsung melaporkan ke polisi,” katanya kembali.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat atas korban yakni Ali saibi yang sudah meninggal dunia bersimbah darah. “Ketika mendapatkan laporan petugas piket, Reskrim dan Polsek langsung mendatangi TKP dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Palembang,” kata Abdullah.
Lanjutnya, untuk sementara kasusnya masih dalam proses penyelidikan, “Korban meninggal akibat luka tusuk di bagian dada atau rusuk sebelah kiri, dan siapa pelaku masih dalam penyelidikan, barang bukti ditemukan sebilah parang ditangan korban,” tutupnya.
Laporan K2I



















