Sosok Pemimpin Ideal Palembang, Petinggi Partai Lontarkan Pendapat

- Jurnalis

Minggu, 4 Juli 2021 - 00:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Community Political Consultant (CPC) menggelar diskusi publik yang mengusung tema  “Pemimpin Ideal Palembang, Siapo” bertempat di The Zuri Hotel, Radial Palembang, Sabtu (3/7).

Community Political Consultant (CPC) menggelar diskusi publik yang mengusung tema “Pemimpin Ideal Palembang, Siapo” bertempat di The Zuri Hotel, Radial Palembang, Sabtu (3/7).

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Mencari pemimpin ideal tak lepas dari beberapa kriteria yang harus dimiliki seseorang, untuk mencari sosok pemimpin dengan kategori tersebut, community political consultant (CPC) menggelar diskusi publik yang mengusung tema  “Pemimpin Ideal Palembang, Siapo” bertempat di The Zuri Hotel, Radial Palembang, Sabtu (3/7).

“Calon pemimpin Palembang ke depan adalah seorang yang tidak bertentangan dengan apa yang diamanatkan partai atau penggerak politiknya,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas saat memberikan tanggapan.

Kalo berbeda keyakinan politiknya, kata Giri agak susah, ini syarat utama. Tidak mungkin sebuah parpol yang mencalonkan tokoh belum ada elektabilitasnya. “Memang ada case tersendiri seperti di Jawa Tengah, tapi tidak semua persoalan seperti itu,” ujarnya.

Kalo di Sumsel khususnya di Palembang. Ini hal-hal konfigurasi politik yang berbeda-beda, perlu ada pembiayaan ini jadi bagian yang akan dikalkulasikan dengan tepat. dan satu lagi harus mempunyai sense of crisis yang tinggi.

“Terlebih seperti menghadapi masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, terutama Kota Palembang yang mengandalkan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa. Saya bisa memaklumi jika jadi pemimpin Palembang saat ini dilematis. Satu sisi ingin meningkatkan pendapatan daerah tapi disisi lain ingin warganya sehat dan terhindar dari penularan pandemi COVID-19,”  jelasnya.

Tampak di lokasi, suasana menjadi hangat, tak terlebih moderator yang memandu, Novembriono SE memberikan warna berbeda sehingga terjadinya interaktif antar narasumber dan mahasiswa yang hadir saat itu.
Tampak di lokasi, suasana menjadi hangat, tak terlebih moderator yang memandu, Novembriono SE memberikan warna berbeda sehingga terjadinya interaktif antar narasumber dan mahasiswa yang hadir saat itu.

Selain elektabiltas, tambah Petinggi  PDIP ini, seorang pemimpin ideal juga mempunyai modal operasional. “Bangun dulu ketokohannya, biasanya kalau sudah punya ketokohan, secara elektabilitas ada tokenya datang,”tuturnya.

Tampak di lokasi, suasana menjadi hangat, tak terlebih moderator yang memandu, Novembriono SE memberikan warna berbeda sehingga terjadinya interaktif antar narasumber dan mahasiswa yang hadir saat itu.

Baca Juga:  Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok

Tak lepas dari sorotan, Sekretaris DPW Partai Amanat Nasinal (PAN) Sumsel, H Joncik Muhammad mengatakan bahwa pemimpin ideal itu adalah pemimpin yang mempunyai konsep yang jelas.

“Melihat pemimpin itu, bukan dari modal yang banyak atau pandai bersosmed, tapi harus mempunyai konsep yang jelas dan memahami masalah yang terjadi. Tak hanya punya konsep, tapi berani mengambil keputusan,” kata Bupati Empat Lawang ini.

Bagi PAN, ujar Joncik,  ketika seseorang itu siap diusung, dia harus menjalankan sesuai dengan misi Partai. “Itu penting, Sekarang 2024 tiga tahun lagi. Perlu dicatat bahwa syarat untuk menjadi pemimpin Kota Palembang dari partai atau jalur independen,” tegasnya.

Selaku Orang nomor satu di Empat Lawang, Ia melihat, tantangan pemimpin ke depan lebih kompleks. Salah satunya upaya pengentasan angka kemiskinan yang menyumbang tingkat kemiskinan terbesar bagi provinsi Sumsel. “Kalau mau berbicara secara jujur, sampai saat ini untuk urusan program dalam membangun Palembang, belum ada yang bisa menggantikan sosok dari seorang Eddy Santana Putra (mantan Walikota Palembang),” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel ini.

 Maka dari itu, ke depan pemimpin Palembang harus bisa membawa Kota Tertua di Indonesia ini dengan gagasan dan ide, agar Kota Empek Empek menjadi kota lebih maju.

Ualsan yang diberikan dua narasumber memberikan ruang pendapat bagi Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar yang menyebut calon pemimipin harus tahu apa persoalan inti Kota Palembang.  “Ini yang menyedihkan ada calon pemimpin yang hendak mencalonkan diri menjadi calon Walikota Palembang justru tidak mengetahui jumlah penduduk dan jumlah kelurahan yang ada di Palembang,” kata Bagindo dengan lantang.

Baca Juga:  Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

 Ia berharap agar meniru sistem demokrasi di Negara Swiss yang membangun sistem dengan pemikiran yang realistis

Sementara, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Herpanto menilai calon pemimpin yang ideal kota Palembang,  sebenarnya sederhana dia tahu apa potensi yang terkandung di kota Palembang dan dampak akibat pembangunan kota. ”Masalah ekonomi politik sosial budaya ini adalah potensi yang terjadi perubahan termasuk perubahan-perubahan yang yang berdampak seperti biasanya hilangnya usaha di bidang pertanian,” jelasnya.

Tak hanya partai yang berperan untuk jadi walikota, terangnya, tapi juga peran mahasiswa dan masyarakat dan pers untuk melakukan penilaian terjadap calon yang punya peluang besar, salah satunya melalui arena ini. “Pemimpin Ideal Palembang ke depan harus tahu dampak dan potensi Palembang di masa mendatang,” sebutnya.

Menurutnya penambahan jumlah penduduk, kemungkinan akan berdampak kepada persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari ada banjir, ada saluran yang mampet dan lain sebagainya. Tapi bagi Walikota yang kreatif ini suatu potensi untuk dikembangkan. “Kemudian terjadinya urbanisasi penduduk,  itu masalah tapi dari masalah ini akan menimbulkan potensi potensi ekonomi dan lapangan pekerjaan,” katanya.

Sedangkan, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Hanura Sumsel, Qodri Usman mengatakan bahwa dari kacamatan politik, masing-masing parpol mempunyai kriteria masing-masing. “Pemimpin itu bukan hanya bicara soal religi, tapi juga administrasi,” ujar Qodri.

Diskusi Publik yang digelar CPC ini tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19, setiap peserta menggunakan masker dan menjaga jarak. (Abror Vandozer)

Berita Terkait

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
HUT ke-15 Makin Bermakna, Nasdem Sumsel Gelar Aksi Sosial hingga Bazar UMKM
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
Wali Kota Palembang Rombak Jajaran Pejabat Tinggi hingga Fungsional, Ratu Dewa: Jangan Kerja untuk Citra Diri!
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok
Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama
Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton
Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:56 WIB

HUT ke-15 Makin Bermakna, Nasdem Sumsel Gelar Aksi Sosial hingga Bazar UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wali Kota Palembang Rombak Jajaran Pejabat Tinggi hingga Fungsional, Ratu Dewa: Jangan Kerja untuk Citra Diri!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Berita Terbaru