Soal Penggunaan APBD, Tito akan Panggil Kepala Daerah

- Jurnalis

Senin, 4 November 2019 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof HM Tito Karnavian PhD (Photo : Istimewa)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof HM Tito Karnavian PhD (Photo : Istimewa)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG —  Bagi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak pro-rakyat harus hati-hati.

“Apalagi ada kepala daerah yang menggunakannya untuk pembangunan daerah yang tidak transparan dan bisa diakses semua orang, harus siap-siap berhadapan dengan hukum,” ujar pengamat sosial dan ekonomi, Dr Tarech Rasyid MSi ke pada Wideazone.com, Senin (4/11/2019).

Selama ini, ada sejumlah daerah yang menggunakan dana APBD tidak transparan, akibatnya menjadi anggaran bancakan bagi orang-orang tertentu.

DR Tarech Rasyid MSi
DR Tarech Rasyid MSi

Maka itu Tarech meminta ke pada kepala daerah untuk terbuka dan memanfaatkan dana APBD sebaik-baiknya bagi pembangunan yang pro-rakyat.

“Saat ini sudah berbeda. Anggaran APBD merupakan dana milik rakyat. Karena itu tiap program pembangunan dalam bentuk apa pun, harus mengacu ke pada kepentingan rakyat,” ujar Tarech.

Tarech  menunjuk satu kegagalan pembangunan perumahan rakyat di Jalan Mayjen Yusf Singedekane yang gagal dan hingga saat ini beberapa proyeknya terbengkalai.

“Maka itu saya berharap agar pemerintah baru Presiden Joko Widodo dan Makruf Amin dapat menangkal segala ketimpangan pembangunan yang tidak berpihak ke  rakyat,” katanya.

Padahal, kata Tarech, pembangunan rumah bagi rakyat miskin yang gagal dan keadaannya seperti ruang kosong itu menggunakan dana APBD bernilai miliaran rupiah.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Terkait ketimpangan itulah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof HM Tito Karnavian PhD akan mamanggil para kepala daerah untuk membahas soal penggunaan dana APBD yang tidak pro-rakyat.

“Alokasi anggaran APBD yang tidak sesuai dengan program prioritas nasional harus dikaji ulang,” ujar Tito di kantor pusat Kemendagri Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Apabila ditemukan program belanja daerah yang tidak menyentuh bagi kepentingan rakyat banyak, kata Tito, harus dikaji ulang.

Untuk membangun harmonisasi agar persepsinya menjadi selaras,  Tito akan mengundang seluruh pejabat daerah untuk menyamakan persepsi agar program pembangunan yang menggunakan APBD benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan kepentingan rakyat.

Panggilan para kepala daerah itu untuk menyamakan persepsi agar pejabat setingkat gubernur, bupati dan walikota bisa memahami visi dan misi Presiden Joko Widodo-Wapres HM Amin Makruf seperti yang dituangkan ke dalam Program Prioritas Nasional.

Menurut Tito, harapan untuk mamanggil kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) berikut kapolda, kajati, kajari, pangdam dan dandim tersebut, sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo pada pertengahan Oktober 2019 lalu.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Tito juga menyatakan bahwa penyamaan persepsi itu perlu dilakukan agar keselarasan pembangunan di level pemerintah daerah bisa selaras dan sinkron Program Prioritas Nasional.

“Selain itu bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan dan karateristik daerahnya masing-masing,” ujar Tito.

Menurut Tito, arahan presiden itu sangat jelas. Intinya, setiap program pembangunan harus menyentuh bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Misalnya pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Yang jelas harus membangun lapangan kerja, investasi, memberikan kemudahan ke pada usaha swasta untuk berinvestasi di daerahnya masing-masing,”  kata Tito.

Dalam pertemuan nanti, tambahnya, presiden akan menyampaikan visi misinya sehingga seluruh kepala daerah akan paham dengan keselarasan itu. Paling tidak kesepakatan yang dicapai akan masuk ke dalam rancangan APBD. Selain itu dapat memunuhi kebutuhan daerahnya masing-masing.

Dalam kesempatan itu, katanya, para menteri koordinator dan menteri terkait akan menjabarkan semua program. “Di kesempatan itu akan ada panel dan tanya jawab,” ujar Mendagri.

Tito juga akan mengundang pengawas, KPK, BPK, BPKP dan pihak-pihak lainnya untuk menyampaikan pokok-pokok pandangan mereka. (abror vandozer/ anto narasoma)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10 WIB

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Berita Terbaru