SMM Gelar Diskusi “Melek Radikalisme”

- Jurnalis

Rabu, 29 Desember 2021 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antisipasi berkembangnya ideologi radikalisme di kalangan millenial, Sriwijaya Millenial Movement [SMM] menggelar diskusi bersama mahasiswa, pemuda dan akademisi.

Antisipasi berkembangnya ideologi radikalisme di kalangan millenial, Sriwijaya Millenial Movement [SMM] menggelar diskusi bersama mahasiswa, pemuda dan akademisi.

WIDEAZONE.com, PAELMBANG | Antisipasi berkembangnya ideologi radikalisme di kalangan millenial, Sriwijaya Millenial Movement [SMM] menggelar diskusi bersama mahasiswa, pemuda dan akademisi.

Diskusi tersebut mengusung tema “Millenial Melek Radikalisme”. Acara berlangsung di OKI Caffe Bendo di jalan KH Ahmad dahlan kawasan Kambang Iwak Palembang, Selasa [28/12/21].

Radikalisme berdasarkan survei 2019 mencapai 30 persen, tahun 2020 turun menjadi 15 persen.

Pemerhati sejarah kebangsaan Ramlan Holdan mengatakan peran penting untuk kaum millenial muda saat ini paham akan Radikalisme adalah suatu paham yang harus di bongkar hingga ke akar akarnya.

Baca Juga:  Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

“Penawaran ini sulit untuk masuk indonesia kerena memilik paham ideologi yang berkedok agama. Paham radikalisme menyebar sisi agama sangat kurang, seperti menyebarkan konten tertentu, media Sosial yang memberikan varian varian menjurus pada radikalisme,” katanya.

Lebih lanjut Holdan memaparkan untuk saat ini Radikalisme masih mewarnai dunia politik karena ini merupakan salah satu isu yang menarik untuk memanfaatkan suatu figur. Apakah kelompok Redakalisme ini masih mewarnai? Masih menjadi isu sentral politik ke depan .

Baca Juga:  ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

“Antisipasi tersebut dengan memberikan pemahaman, betapa redakalisme ini dapat menghancurkan segala segi baik berbangsa dan negara pemahaman terhadap Redakalisme sangat penting sekali jangan. Tatakala paham ideologi tersebut membesar akan merobohkan nilai nilai kebangsaan dan birokrasi kita,” paparnya.

Lebih lanjut, penangulangan Radaklisme ini sudah berjalan baik dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT]. Forum koordinasi terorisme kelompok ini mencari lagi untuk melakukan paham redikalisasi karena tujuan mereka belum tercapai. “Intinya mereka harus menguasai dulu pemimpin Negara ini,” pungkasnya.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Dilepas Bunda Literasi Palembang, 22 Anak Sumsel Siap Jadi Inspirasi Generasi Gemar Membaca
Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!
HGB Koperasi Rakyat Miskin Kota, Gagasan Baru Reforma Agraria Perkotaan: Tanah Jangan Hanya Dikuasai Pemodal
Hadapi Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang, Ratu Dewa Instruksikan OPD Pemkot Palembang Siaga
Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
Wali Kota Palembang Rombak Jajaran Pejabat Tinggi hingga Fungsional, Ratu Dewa: Jangan Kerja untuk Citra Diri!
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:10 WIB

Dilepas Bunda Literasi Palembang, 22 Anak Sumsel Siap Jadi Inspirasi Generasi Gemar Membaca

Senin, 2 November 2026 - 15:16 WIB

Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!

Senin, 2 November 2026 - 12:56 WIB

HGB Koperasi Rakyat Miskin Kota, Gagasan Baru Reforma Agraria Perkotaan: Tanah Jangan Hanya Dikuasai Pemodal

Senin, 2 November 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang, Ratu Dewa Instruksikan OPD Pemkot Palembang Siaga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD

Berita Terbaru