WIDEAZONE.com, PAELMBANG | Antisipasi berkembangnya ideologi radikalisme di kalangan millenial, Sriwijaya Millenial Movement [SMM] menggelar diskusi bersama mahasiswa, pemuda dan akademisi.
Diskusi tersebut mengusung tema “Millenial Melek Radikalisme”. Acara berlangsung di OKI Caffe Bendo di jalan KH Ahmad dahlan kawasan Kambang Iwak Palembang, Selasa [28/12/21].
Radikalisme berdasarkan survei 2019 mencapai 30 persen, tahun 2020 turun menjadi 15 persen.
Pemerhati sejarah kebangsaan Ramlan Holdan mengatakan peran penting untuk kaum millenial muda saat ini paham akan Radikalisme adalah suatu paham yang harus di bongkar hingga ke akar akarnya.
“Penawaran ini sulit untuk masuk indonesia kerena memilik paham ideologi yang berkedok agama. Paham radikalisme menyebar sisi agama sangat kurang, seperti menyebarkan konten tertentu, media Sosial yang memberikan varian varian menjurus pada radikalisme,” katanya.
Lebih lanjut Holdan memaparkan untuk saat ini Radikalisme masih mewarnai dunia politik karena ini merupakan salah satu isu yang menarik untuk memanfaatkan suatu figur. Apakah kelompok Redakalisme ini masih mewarnai? Masih menjadi isu sentral politik ke depan .
“Antisipasi tersebut dengan memberikan pemahaman, betapa redakalisme ini dapat menghancurkan segala segi baik berbangsa dan negara pemahaman terhadap Redakalisme sangat penting sekali jangan. Tatakala paham ideologi tersebut membesar akan merobohkan nilai nilai kebangsaan dan birokrasi kita,” paparnya.
Lebih lanjut, penangulangan Radaklisme ini sudah berjalan baik dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT]. Forum koordinasi terorisme kelompok ini mencari lagi untuk melakukan paham redikalisasi karena tujuan mereka belum tercapai. “Intinya mereka harus menguasai dulu pemimpin Negara ini,” pungkasnya.
Laporan Abror Vandozer


![Antisipasi berkembangnya ideologi radikalisme di kalangan millenial, Sriwijaya Millenial Movement [SMM] menggelar diskusi bersama mahasiswa, pemuda dan akademisi.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2021/12/IMG20211228151528-1536x691-1-800x360.jpg)

![Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDIP, Andreas Okdi Priantoro [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)
![Pengamat Reforma Agraria, sekaligus Anggota Serikat Petani Indonesia [SPI] Widya Astin SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/887464621_1607312510454307_6762934622566836601_n-225x129.jpg)


![Sekretaris DPW NasDem Sumsel, H Nopianto [HNP] menabur bunga di TMP Ksatria Ksetra Siguntang pada Sabtu 31 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Sekretaris-DPW-NasDem-Sumsel-menabur-bunga-di-TMP-Ksatria-Ksetra-Siguntang-pada-Sabtu-31-Oktober-2026-225x129.jpg)

![Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDIP, Andreas Okdi Priantoro [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)
![Pengamat Reforma Agraria, sekaligus Anggota Serikat Petani Indonesia [SPI] Widya Astin SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/887464621_1607312510454307_6762934622566836601_n-129x85.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

