WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Membangun kualitas pendidikan tak hanya memberi segala ilmu pengetahuan sesuai kurikulum, tapi lingkungan sekolah yang indah menjadi pemicu untuk tujuan mutu.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Palembang, Drs H Zulfikri MPd, mengatakan lingkungan sejuk dan indah dapat merangsang gairah anak-anak belajar.
“Bagi kami, lingkungan asri dan tertata baik bisa merangsang gairah anak didik untuk meningkatkan minat belajar,” kata Zulfikri ke pada Wideazone.com, Rabu (31/7/2019).
Karena itu, sejak 2016 SMKN 5 Palembang sudah memdapat predikat terbaik sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan.
Karena itu sebagai sekolah kejuruan yang memiliki sejumlah program belajar, kata Zulfikri, sektor lingkungan yang tertata baik akan memancing gairah belajar anak-anak.
“Satu gedung serbaguna yang selama ini nampak terbengkalai, sudah kita rehab untuk dimanfaatkan bagi semua kegiatan ekstrakurikuler,” tukas Zulfikri sembari mengajak awak media ini ke lokasi bangunan.
Menurut dia, sebelum gedung serbaguna itu direhabilitasi, keadaanya persis “rumah hantu”. Beberapa siswa yang berusaha memanfaatkan gedung itu, ada yang kesurupan.
Terkait masalah itu, Zulfkri berinisiatif untuk meningkatkan kondisi dengan memperbaiki hal-hal yang rusak dan tidak kreatif.
Karena itu pada program awal ia memperbaiki dan meningkatkan bentuk plafon yang tampak rusak dan tidak produktif.
“Awalnya kami bingung. Karena dana untuk memingkatkan gedung serbaguna itu tidak kita memiliki,” katanya.
Namun atas inisiatif bersama, disepakati bahwa orang tua murid memberi bantuan untuk tujuan itu.
Saat ini proses perbaikan gedung serbaguna itu masih terus berlanjut.
“Mudah-mudahan cepat selesai dan mampu kita manfaatkan untuk kegiatan apa saja yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan pelatihan kerja,” katanya.
Dengan selesainya gedung itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar sehari-hari. “Saya ucapkan terima kasih untuk semua orangtua murid yang telah ikhlas memberi bantuan finansial untuk perbaikan gedung itu,” kata Zulfikri menutup perbincangan. (abror vandozer/ anto narasoma)



















