“SISTEM ZONASI KUASAI DUNIA PENDIDIKAN KITA”

- Jurnalis

Jumat, 28 Juni 2019 - 00:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan (Disdiknas Sumsel) Widodo

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan (Disdiknas Sumsel) Widodo

WIDEAZONE. COM, PALEMBANG — Sistem zonasi pendidikan di Indonesia, terutama di Sumatera Selatan, memunculkan plus-minus perasaan bagi masyarakat.

Apabila ada siswa yang lulusan sekolah menengah pertama (SMP) di satu tempat, ia harus melanjutkannya ke SMA terdekat.

“Tapi apabila ada oramgtua yang mampu menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit dan memiliki pasilitas lebih, apakah itu salah? ” ujar Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan (Disdiknas Sumsel) Widodo, seolah bertanya ke Wideazone.com di ruang kerjanya, Kamis (24/6/2019).

Menurut Widodo, wajar jika ada orangtua yang menginginkan anaknya berpendidikan di satu sekolah favorit yang memiliki pasilitas baik.

Terkait anjolknya nilai pendidikan Sumsel yang tidak terdaftar di Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD 2019) hanya mengatakan, jika di satu sekolah belum siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), jangan dipaksakan. “Sebab hasilnya tidak maksimal. Dalam keadaan kurang pasilitas, bagiamana kita bisa berbuat banyak untuk tujuan yang bagus bagi nilai pendidikan kita, ” kata Widodo dengan mimik serius.

Baca Juga:  Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi "All-in" Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Kembali ke sistem zonasi, katanya, tiap anak didik yang telah lulus ujuan, maka sebagai pendidikan lanjutannya, anak itu memang harus masuk ke SMA atau SMK yang ada di sekitar zonasinya. “Ini aturan tertulis yang harus dilaksanakan, ” katanya.

Menjawab pertanyaan apakah sistem zonasi dapat meningkatkan nilai ujian nasional, Widodo, mengatakan tergantung ke pada dukungan orangtua. Karena selain guru dan peserta didik, peranan orangtua sangat menentukan psikologis siswa. “Cara ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan siswa, ” katanya.

Baca Juga:  Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Jadi sistem zonasi yang diterapkan pusat sangat bagus diterapkan meski ada juga plusi-ninusnya program pendidikan tersebut.

Sementara ketika disinggung tentang peranan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Pusat yang ada di Sumatera Selatan, katanya, Diknas dan dunia pendidikan di Sumatera Selatan tak ada kaitannya dengan itu.

Yang jelas kualitas pendidikan lebih ditentukan dari koordinasi sekolah, peserta didik serta orangtua siswa.

Tiga komponen ini merupakan kunci untuk mreningkatkan kemampuan siswanya dalam meraih prestasi. (abror vandozer)

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Minggu, 27 September 2026 - 13:21 WIB

SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Berita Terbaru