WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pengadaan dua Meja Biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel menuai perhatian publik, bahkan memantik reaksi keras Suara Informasi Rakyat Sriwijaya [SIRA].
Ketua SIRA Rahmat Sandi sangat menyayangkan pengadaan dua meja biliar tersebut, sebab hal ini mencederai di tengah efisiensi anggaran. Karena, menurutnya penganggaran justru sudah matang dari pimpinan DPRD, tidak mungkin bagi Sekretaris Dewan [Sekwan] memberikan fasilitas tanpa adanya permintaan dari [pimpinan], sedangkan terdapat sejumlah dari pimpinan dewan justru tidak ada permintaan!
Melihat persoalan, SIRA menegaskan pimpinan DPRD Sumsel harusnya prihatin dalam pengadaan barang yang tidak memiliki manfaat untuk kepentingan dinas.
“Meski nantinya dapat dibatalkan, namun telah “melukai” semangat juang terhadap amanah Wakil Rakyat itu sendiri,” ujarnya dalam keterangan kepada WIDEAZONE.com, Minggu 8 Maret 2026.
SIRA juga mendesak pengadaan [meja biliar] untuk segera dibatalkan, karena tidak ada manfaatnya di tengah situasi saat ini.
“Manfaatkanlah anggaran dengan baik seperti publikasi-publikasi bagi kegiatan DPRD sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tukasnya.
Terpisah, menanggapi merebaknya persoalan, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie angkat bicara. “Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan [Sekwan] untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian,” ungkap Andie dalam keterangan, Ahad 8 Maret 2026.
Tak hanya sebagai pimpinan legislatif, Andi selaku Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia Sumatera Selatan [POBSI Sumsel] menyebut meja biliar tersebut nantinya direncanakan sebagai fasilitas alternatif bagi atlet biliar Sumsel untuk berlatih.
Menurutnya, selain di tempat latihan yang sudah ada, para atlet juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berlatih di rumah dinas pimpinan DPRD.
Meski demikian, politisi Partai Golkar itu memahami adanya perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Karena itu, ia menegaskan setiap rencana pengadaan akan kembali dievaluasi dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi serta prioritas kebutuhan.
“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan, terima kasih,” kilahnya seperti disebutkan Fornews.
Menurut data sistem informasi rencana umum pengadaan [SIRUP] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah [LKPP] dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta. Sehingga total anggaran yang direncanakan mencapai Rp486,9 juta.
Laporan/Editor Abror Vandozer





![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-129x85.jpg)





