WIDEAZONE.com, JAKARTA | Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri agar bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan pasar domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, diperlukan hilirisasi industri, yaitu upaya mengolah sumber daya menjadi barang jadi atau setengah jadi.
“Selama ini, hilirisasi sektor industri membawa dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan devisa ekspor, nilai investasi, hingga penyerapan tenaga kerja,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis (28/10).
Putu menjelaskan, upaya mendorong hilirisasi di sektor agro berangkat dari masih banyaknya komoditas yang potensial ditingkatkan nilai ekonominya. “Salah satu komoditas agro potensial adalah kelapa bulat, atau lazimnya disebut kelapa. Apalagi, Indonesia adalah penghasil kelapa terbesar di dunia,” ungkapnya.
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton kelapa setiap tahun. Sejumlah wilayah penghasil utama kelapa, antara lain di Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Jambi dan Maluku Utara.







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

