Selain Produksi Padi, Sebaiknya Dibangun Agrowisata

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2019 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru & pengamat pertanian dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Ir Djulian Djunaidi MS

Gubernur Sumsel H Herman Deru & pengamat pertanian dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Ir Djulian Djunaidi MS

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Melihat situasi Kota Pagaralam dalam hal tanaman pangan, masih kalah dibandingkan wilayah OKU Timur dan Kabupaten Musi Banyuasin.

“Apabila Pak Gubernur yakin bahwa Kota Pagaralam bisa menjadi kawasan pertanian padi yang dapat menjadi lumbung pangan masional, itu sah-sah saja,” ujar pengamat pertanian dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Ir Djulian Djunaidi MSi ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Sabtu (21/12/2019).

Menurut Djulian, apabila ada harapan positif seperti itu, memang harus didukung masyarakat, terutama para petani padi setemoat.

Namun Djulian berpendapat, dalam jumlah produksi padi di Pagaralam, masih jauh dibanding hasil pertanian di Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Musi Banyuasin dan daerah lainnya di Sumatera Selatan.

“Saya bukan tidak mendukung harapan Pak Gubernur. Sebab dari prediksi saya, yang paling tepat diusahakan di sana adalah agrowisata pertanian,” katanya.

Karena alamnya yang memiliki ciri khusus sebagai kawasan wisata, Djulian berharap agar lebih condong untuk membangun pertanian dalam pola-pola agrowisata.

Di kawasan persawahan yang banyak terdapat batu-batu megalitik. Menurut Djulian, sayang jika banyak persawahan yang terdapat batu megalitik itu hanya dijadikan persawahan biasa.

Dari sejumlah persawahan itu, katanya, alangkah bagusnya apabila dibangun jalan beton setapak. Selain itu persawahannya dikembangkan dengan pola pertanian terpadu.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

“Misalnya, tak hanya tanaman padi yang dibudidayakan, tapi tanaman lainnya juga dikembangkan. Selain itu dibangun pula peternakan sapi, kambing dan ayam,” katanya.

Selain bisa menikmati tumbuhan padi, kata Djulian, para pelancong (turis pendatang) bisa menikmati buah-buahan dari tumbuhan non-organik untuk kawasan wisata seperti Kota Pagaralam.

Sedangkan untuk pengembangan budidaya tanaman padi, bisa juga dilakukan untuk mendukung cadangan pangan nasional. “Tapi dibanding Kabupaten OKU Timur, lahan persawahan di Pagaralam tidak begitu luas,” ujar Djulian.

Karena itu dosen Fakuktas Pertanian Unsri Palembang itu menyarankan agar Pagaralam sebaiknya dibangun kawasan agrowisata, sembari mengembangkan persawahan sebagai cadangan lumbung pangan nasional. “Ini sangat baik,” katanya.

Sebenarnya, kawasan persawahan di Sumatera Selatan sangat luas. Misalnya luas persawahan di kawasan Bumi Sebiduk Sehaluan itu, sekitar 43 ribu hektare sawah irigasi teknis. Sedangkan sawah tadah hujan (non-irigasi) seluas 25 ribu hektare.

Sawah irigasi teknis itu, kata Djulian, membentang dari Kecamatan BP Bangsa Raja hingga ke Kecamatan Semendawai Timur.

Sementara itu, saat meninjau Proyek Bendungan Irigasi Lematang di Desa Pelang Kenidai Kota Pagaralam, Kamis lalu (19/12/2019), Gubernur Sumsel H Herman Deru optimis, beberapa tahun ke depan Sumatera Selatan bisa menjadi lumbung pangan di Indonesia.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Keyakinan Deru muncul setelah kali pertama kali mengawali kunjungannya ke Proyek Irigasi Lematang di Kota Pagaralam.

Sejak dibangun 2015 lalu, proyek irigasi itu rampung tahun ini (2019). “Saya yakin, proyek irigasi ini bisa mengairi sekitar 3000 hektare sawah di sejumlah desa, terutama persawahan di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan,” ujar Deru.

Selain sejumlah infrastruktur di bidang pertanian seperti alsintan, pengadaan benih bermutu dan sarana pengairan penunjang bagi peningkatan produksi pangan di daerah secara bertahap. “Semua itu akan dipenuhi pemerintah provinsi,” katanya.

Menurut Gubernur, keberadaan bendungan itu menjadi bukti komitmen Pemprov untuk meningkatkan produksi pangan.

‘Tahun 2017 lalu, Sumsel berada di peringkat delapan sebagai penghasil penyumbang pangan nasional. Namun karena ada upaya peningkatan produktivitas petani dan dorongan pemerintah, maka peringkat kita naik ke posisi Sumsel naik ke peringkat kelima,” kata Deru.

Prestasi itu pun tak terlepas dari peran TNI/Polri dalam pengasasan distribusi pupuk. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Gubernur Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026
Palembang Siap Jadi Magnet Event Nasional, Aprizal Hasyim: Kejuaraan Marching Band Dongkrak PAD
Sumsel Tuan Rumah Konferensi Anxi Sedunia, Gubernur Herman Deru Harap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terbaru