RS Muhammadiyah Tempuh Jalan Damai, Pendampingan Hukum DN Sampai Tuntas

- Jurnalis

Minggu, 5 Februari 2023 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang

Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap bayi berumur 8 bulan yang menjadi korban kelalaian oknum perawatnya DN. 

“Dari kejadian insiden, RS Muhammadiyah telah merespon, bertanggungjawab dengan mengoperasi pasien setelah operasi, pasien yang sebelumnya umum kelas III, kita pindahkan ke VIP dan semua biayanya digratiskan,” jelas Wakil Direktur Al Islam Kemuhammadiyahan dan Sumber Daya Manusia [Wadir AIK & SDM] Mukhsin, Minggu [5/2/2023].

Berkaitan dengan persoalan hukum yang mendera oknum Perawat DN, Mukhsin mengatakan pihak RS Muhammadiyah tetap mendampingi dan akan menempuh jalan damai dengan keluarga pasien [korban]. “Kita akan fokus untuk kesembuhan pasien dan mencari jalan damai dengan keluarga pasien,” ujarnya. 

Baca Juga:  Hitungan Menit, Pembunuh Lansia di OKU Timur Diringkus

Pendampingan hukum terhadap DN, kata Mukhsin, sampai tuntas. Bagaimanapun dia [DN] adalah pegawai rumah sakit, dan rumah sakit akan bertanggungjawab. 

“Nanti setelah itu, ada proses untuk damai. Apakah diterima [damai]? Tapi, pegawai [DN] tetap akan diproses sesuai dengan aturan dan ketentuan di Komite Keperawatan, kan sudah ada ketentuan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI],” jelasnya. 

“Mereka [Komite Keperawatan] yang akan mengeksekusinya,” tambahnya. 

Perawat RS Muhammadiyah Dimintai Keterangan

Baca Juga:  Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Semalam, kita telah didatangi dari Pidsus Unit Pelayanan Perempuan dan Anak untuk meminta keterangan terhadap perawat perawat RS Muhammadiyah. Alhamdulillah telah kita respon dengan baik, semuanya [perawat] hadir dan dimintai keterangan. 

“Karena, ruang di tempat kita [RS] sempit, jadi pihak kepolisian minta dipindahkan ke Polresta Palembang. Dan kami, saya selaku Wadir AIK & SDM RS Muhammadiyah dan pak Sunardi ikut mendampingi sampai selesai saat dimintai keterangan,” urainya.

Untuk sementara DN dinonaktifkan sampai dengan keputusan dari Komite Keperawatan dari PPNI. 

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB