Ria Irawan, Perjuangan ke Batas PenghargaanTertinggi

- Jurnalis

Senin, 6 Januari 2020 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ria Irawan-Photo.net

Ria Irawan-Photo.net

BAGI Ade Irawan, karir Ria Irawan sebagai artis, tak terkait dengan kebesaran nama suami dan dirinya.

“Ria itu anak yang nekat. Ia memiliki kemampuan aktingnya sendiri. Dia jarang minta pendapat soal akting. Kalau dilibatkan dalam naskah peran, Ria sendiri yang mengejar ruh permainannya, hingga ia menemukan perwatakannya sendiri,” ujar Ade, jauh sebelum Ria Irawan mengidap kanker getah bening.

Jika dicermati, kemampuan aktingnya berkembang sendiri. Itu telihat dari kematangannya pada film Kembang Kertas tahun 1984.

Keseriusan Ria berperan saat percaya memegang casting sebagai tokoh siapa. Itu terbukti saat ia berperan di film Bila Saatnya Tiba (1985). Dalam film ini, Ria masuk sebagai nominasi pada Festival Film Indoneaia (FFI). Bahkan aktingnya semakin bercahaya di tahun 1986.

Dalam film Selamat Tinggal Jeanette (1987), Ria mendapat prestasi terbaik sebagai pemeran pendukung wanita terbaik di FFI 1988. Film ini diperani Mathias Muchus dan Meriam Bellina.

Pada FFI 2006 Ria kembali meraih nominasi aktris pendukung terbaik lewat film Berbagi Suami (2006). Tak hanya film, Ria juga mengarungi dunia tarik suara. Ia membuat album bersama kelompok Japras, terdiri dari Ully Artha, Debby Chintia Dewi, Wieke Widowati, Rini S Bono Nurul Arifin, Ita Mustafa, Ani Kusuma, Eva Arnaz dan Rima Melati. Album ini meledak di pasaran.

Dalam album dangdut, Ria juga pernah duet dengan Rano Karno dalam album Hiasan Mimpi, Sorga Dunia, album pop Setangkai Anggrek Bulan dan Di Antara Hatiku Hatimu.

Tak hanya itu, popularitasnya berlanjut di bidang musik terus meningkat. Bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa, Ria Irawan yang memiliki nama asli Chandra Ariati Dewi Irawan itu membentuk grup trio.

Tak puas dengan hasil yang diraih, Ria juga sempat menjadi produser bagi albumnya Untuk Kamu. Dalam album ini, Ria bekerjasama dengan Deddy Dhukun. Bahkan ia sempat duet dengan Melissa, penyanyi Malaysia.

Selain main film dan menyanyi, Ria pun mencoba menjajal karir di bidang fotografi dan videoklip. Karirnya di bidang fotografi ini membuat Ria diarahkan fotografer kenamaan Ken Sanjaya dan Drigo L Tobing agar menjadi fotografer profesional.

Bahkan Ria juga pernah bekerjasama dengan Jay Subiakto dan Rizal Mantovani. Kedua orang mantan kekasihnya

Di rumah kakaknya Dewi Irawan yang tinggal bersama suaminya di Milan, Ria kuliah mengambil mata desain grafis. Meski untuk sementara tinggal di rumah kakaknya, Ria kerap kali pulang mudik ke Indonesia. Bahkan ia sempat membintangi film Kuldesak, hingga di tahun 1996 Ria memutuskan kembali ke Indonesia.

Namun niat itu ternyata berubah setelah transit di Singapura, Ria justru menetap di Negeri Singa selama enam bulan. Namun akhirnya ia benar-benar kembali ke Indonesia.

Tiba di Indonesia, tawaran syuting, wawancara dan pemotretan langsung menyergap putri Bambang Irawan dan Ade Irawan ini. Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain, Cintailah Daku, Debu Tertiup Angin, Melompati Angin, Bidadari yang Terluka dan Canting.

Setelah itu Ria kembali ke layar lebar dengan membintangi Biola tak Berdawai. Berkat berperan sebagai Renjani, Ria memperoleh The Best Actress dalam ajang Festival Film Asia Pasific di Iran tahun 2003.(*)

Laporan Bambang Oeban/Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Jamaah Al Halim Doakan H Alim dan Keluarga Diberi Ketabahan: Ada Hikmah Besar
Anniversary 3 Tahun Hedon Executive Club, Berikan Sensasi Bajak Laut bagi Pengunjung
Uchin: Musik Adalah Bahasa Universal
Langkah Kongkret Ketua Terpilih KKPP Palembang
SATUPENA Umumkan Nama-nama Penerima Penghargaan Penulis 2024: Lifetime Achievement Award hingga Dermakata Award
Fariz RM Berbagi Pengetahuan Aransemen Musik dengan Pelajar SMA-SMK se-Sumsel
Festival Jazz Suara Musi 2024 Guncang Palembang
SBS-Adinata Project Gelar Musik dan Lagu Nostalgia

Berita Terkait

Selasa, 11 Maret 2025 - 16:21 WIB

Jamaah Al Halim Doakan H Alim dan Keluarga Diberi Ketabahan: Ada Hikmah Besar

Senin, 17 Februari 2025 - 18:29 WIB

Anniversary 3 Tahun Hedon Executive Club, Berikan Sensasi Bajak Laut bagi Pengunjung

Jumat, 10 Januari 2025 - 13:50 WIB

Uchin: Musik Adalah Bahasa Universal

Kamis, 26 Desember 2024 - 10:45 WIB

Langkah Kongkret Ketua Terpilih KKPP Palembang

Minggu, 8 Desember 2024 - 09:44 WIB

SATUPENA Umumkan Nama-nama Penerima Penghargaan Penulis 2024: Lifetime Achievement Award hingga Dermakata Award

Berita Terbaru