WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Bentuk wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar, PT Perkebunan Nusantara VII menggulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program CSR yang digulirkan merupakan suatu wujud kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat, melalui suatu kegiatan pemberdayaan yang mendorong partisipasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan kemandirian masyarakat. Program ini dirancang untuk pengembangan tiga Provinsi yaitu Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu dengan fokus kegiatan pendidikan, kesehatan dan pelesatarian alam.
Selain itu program ini juga memberikan alokasi, Direktur PTPN VII M Hanugraha menyebutkan program CSR yang dilaksanakan merupakan suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan yang sesuai kemampuan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sosial/ lingkungan sekitar perusahaan itu berada, melalui dana CSR, meminjamkan dana bagi mitra pelaku industri rumah tangga dengan bunga yang rendah dalam satu tahun.
“Para pelaku industri rumah tangga seperti penjual bakso, tenun atau pedagang warteg yang kekurangan modal akan kita bantu dengan bunga 3 persen dalam satu tahun, kan kecil sekali bunganya dalam pertahun,” ujarnya, Rabu (30/10/2019).
Lebih lanjut M Hanugraha, bahwa PTPN VII sebagai salah satu Anak Perusahaan BUMN Perkebunan terbesar di Indonesia, memiliki tanggung jawab besar. Yakni mempertahankan keberlangsungan perusahaan agar dapat terus berperan dalam pemberian lapangan kerja, kemudian memberikan kesejahteraan karyawan, dan berperan dalam peningkatan perekonomian, dan pembangunan di masyarakat terutama di lingkungan operasional perusahaan.
Untuk meningkatkan kemampuan kompetensi para pelaku usaha, setiap tahun sekali pihaknya mengadakan pelatihan. Hal tersebut agar industri yang mereka kelola nampak semakin baik.
“Tujuannya supaya mereka mempunyai ilmu management produksi, operasi dan pemasaran, itu telah kita lakukan dengan 80 UKM di UNSRI,” katanya.
Sementara itu, Direktur Komersil PTPN VII, Ahmad Sudarto menambahkan, untuk pengajuan pinjaman sendiri cukup dengan personal atau per kelompok tani, usaha dan koperasi.
“Untuk pegajuan dari kelompok tani biasanya cukup dengan mengajukan proposal atau mengirimkan surat kepada kami bahwa akan melakukan peminjaman dana kemitraan. Nanti proposalnya akan kita proses secara internal, tapi bisanya tidak lama, seperti tahun lalu kita pernah menggulirkan bantusan sebesar 5.3 milyar kepada petani tebu,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya selalu melakukan kerjasama hand to hand kepada para petani. Seperti cara pemeliharaan dan pemupukan yang benar.
“Jadi mulai dari proses pembibitan sampai hasil akhir kita lakukan edukasi atau pendampingan dengan mereka,” terangnya.
Laporan : Abror Vandozer




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)




![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


