Presiden: BPKP Berikan Arahan Benar Bukan Memasang Jebakan

- Jurnalis

Jumat, 24 Mei 2024 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2024, di Istana Negara, Jakarta, Rabu 22 Mei 2024. [Foto: Humas Setkab/RAH]

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2024, di Istana Negara, Jakarta, Rabu 22 Mei 2024. [Foto: Humas Setkab/RAH]

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa sasaran kinerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan [BPKP] dan pengawas internal tidak hanya sekadar menambah larangan dan rambu-rambu yang memperlambat proses, tetapi lebih pada memberikan arahan dan tuntunan agar tidak terjadi penyimpangan.

“Mestinya diberikan arahan yang benar yang mana, diberikan tuntunan yang tepat yang mana, bukan memasang jebakan! Wah, ini keliru ini diamin saja, diamin saja. Mestinya dibetulkan di awal, diberitahu di awal, ini keliru,” ujar Presiden saat meresmikan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2024, didampingi Sekretaris Kabinet [Seskab] Pramono Anung, Menteri Keuangan [Menkeu] Sri Mulyani, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, di Istana Negara, Jakarta, Rabu 22 Mei2024.

Baca Juga:  Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Jangan terbalik. Presiden mengatakan fokusnya bukan berapa banyak yang ketahuan melakukan penyimpangan, tapi berapa banyak yang bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat dari program-program pemerintah. “Ke sana, mestinya ke sana,” tegasnya tertuang dalam Setkab.

Presiden Jokowi menyebut pentingnya peran BPKP dalam mengawal kesinambungan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Karena BPKP memiliki peran besar, sekali lagi, BPKP memiliki peran besar mengawal kesinambungan pembangunan agar bisa rakyat mendapatkan manfaat yang maksimal,” kata dia.

Presiden menggambarkan peran BPKP sebagai instrumen yang berkontribusi membangun rel yang lurus dan memastikan kereta mencapai tujuan dengan cepat dan tepat.

Baca Juga:  Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Presiden juga menyadari bahwa ke depan tantangan akan semakin berat dengan program dan belanja pemerintah yang semakin besar serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Dalam era di mana kompetisi antar negara semakin ketat, kecepatan dan ketepatan menjadi sangat penting.

“Oleh sebab itu, BPKP harus berinovasi, utamanya dalam penggunaan teknologi. Sekarang sudah banyak tools-nya, seperti platform early detection and exclusion system untuk warning, untuk blacklist pihak yang terlibat fraud atau penyimpangan lain. Saya kira Bapak-Ibu lebih tahu,” ujar Presiden. [AbV]

Berita Terkait

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Berita Terbaru