RATUSAN guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] Sumatera Selatan mempertanyakan upaya pemerintah kota [Pemkot] atas usulan pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK].
Lantaran, besok adalah hari terakhir untuk mengisi e-Formasi dalam pengangkatan PPPK.
“Hari ini dan esok terakhir mengisi e-Formasi, karena e-Formasi itu dikunci dan berakhir besok,” kata Ketua Forum Guru Honorer Palembang David Syahputra usai melakukan konsolidasi di Kantor PGRI Palembang, Kamis [07/07/2022].
Dijelaskan David, kami mendapat kabar bahwa Pemkot Palembang belum sama sekali membuka atau pun hanya sedikit membuka peluang dalam e-Formasi PPPK kota Palembang. “Sedangkan guru yang dibutuhkan sebanyak 3500,” ujarnya.
Berkaitan dengan itu, sambung David jika Pemkot hanya mengajukan sedikit, artinya 2000 hingga 3000 terancam belum bisa diangkat PPPK.
“Rata rata mereka sudah bekerja di atas 3 sampai dengan 15 tahun dan ini gabungan dari guru yang melingkupi SD dan SMP,” tegasnya.
Saat ini, diketahui Forum Guru Honorer tersebut mendatangi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia [BKPSDM] Palembang.
Sementara itu, Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto mengharapkan seluruh guru honorer baik itu yang sudah lulus passing grade atau pun itu B2, B3 dan B4, ini kan jelas terdapat usulan Dinas Pendidikan itu sudah jelas bahwa ada 4272. “Hal ini sudah diperhitungkan dalam dana alokasi umum [DAU], artinya semuanya itu sudah dikalkulasikan gaji pokoknya,” ujar Zulinto.
Kenapa kita tidak mau mengambilnya? sambung Zulinto, sedangkan kekurangan guru ini sudah sangat signifikan.
Menurut Zulinto daerah itu hanya menyediakan tunjangan saja, dan tunjangan itu sesuai dengan kemampuan daerah. Kalau daerah tidak mampu, samakan saja, itu pun saya pertanyakan dengan Kemenkeu, itu urusan daerah!
“Hal ini sudah disetujui saat saya menghadiri Rakornas di Jakarta. Dan Pak Sekda saat memimpin rapat di Jogja juga sudah setuju 3500, pada saat tiba si Palembang juga disampaikan ke Pak Walikota, beliau pun setuju. Artinya kita harus dapat mencerna apa yang dikatakan Pimpinan [Walikota],” tegasnya.
Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

