Polemik Atlet Sumsel, Bagindo: PON Papua Bukan “Pariwisata Olahraga”

- Jurnalis

Senin, 16 Agustus 2021 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Atlet dan Pelatih Sumsel minta sumbangan untuk PON XX Papua

Aksi Atlet dan Pelatih Sumsel minta sumbangan untuk PON XX Papua

Prestasi Tolak Ukur Kesuksesan Atlet

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi jalanan Pelatih dan Atlet Sumatera Selatan meminta sumbangan sebagai tuntutan memenuhi peralatan pertandingan merupakan bentuk polemik komunikasi kompleksitas kendala kebutuhan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON XX) ke 20 Papua pada Oktober 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Pengamat Sosial dan Politik, Bagindo Togar saat dihubungi melalui seluler, Senin (16/8/2021).

“Pihak KONI Sumsel juga harusnya menata manajemen pelatihan, karena waktu PON yang tak lama lagi, sementara mereka akan dihadapi dengan jadwal pertandingan dan waktu keberangkatan, dan ini mempengaruhi prestasi Atlet kan,” ujarnya.

Baca Juga:  Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Terkait persoalan tersebut, kata Bagindo, jangan hanya sekedar sebagai partisipasi, apa pun ceritanya, barometer kesuksesan suatu atlet itu dari prestasi, itu yang utama, ini menjadi tolak ukur lembaga. Jangan kita hanya sebagai partisipasi meramaikan PON tapi minus prestasi. “Ini harus menjadi pemikiran yang serius bagi seluruh pengurus cabang olahraga (Cabor) dan KONI. Jangan terkesan hanya untuk ‘Pariwisata Olahraga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Dikatakan Bagindo, PON ini bukan ‘Pariwisata Olahraga’ tapi di sana kita dituntut untuk menuai prestasi dan membawa nama harum daerah kita, dan itu menjadi tolak ukur utama berhasil atau tidaknya Pemerintah Daerah dalam hal ini KONI Sumsel. “Sampai sejauh mana keberhasilan mereka (KONI Sumsel) membina, mengelola manajemen keolahragaan secara profesional. Alat ukurnya adalah prestasi, kalau hanya Pariwisata Olahraga sebaiknya nggak usah ikut, kalau tidak spekulatif dengan profesionalitas atlet kita,” tegasnya.

Berita Terkait

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:03 WIB

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Selasa, 1 September 2026 - 16:49 WIB

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Selasa, 1 September 2026 - 08:21 WIB

Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Berita Terbaru

Ilustrasi WI-OK

Headlines

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:49 WIB