PT PERTAMINA Refinery Unit IV Cilacap Siap Bersaing

- Jurnalis

Minggu, 21 Juli 2019 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Ist - Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar

Photo Ist - Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar

PT PERTAMINA (Persero) Refinery Unit IV Cilacap yang berstandar internasional siap bersaimg dengan kompetitor.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar saat merealisasikan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) sebagai pemenuhan kebutuhan energi berstandar internasional.

“Saya sangat apresiasi ke pada semua karyawan yang sudah menjaga pasilitas PLBC sebagai obyek vital nasional ini,” kata Achandra bersama Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, Direktur Pemasaran Pertamima Nicke Widyawati, Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang, Jumat (19/72019).

Menurut dia, obyek vital nasional ini sangat penting karena lebih dari 30% suplai BBM berasal dari kilang ini. “Karena itu keberadaanya sangat penting,” tambahnya.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah

Menurut Achandra, PLBC merupakan proyek peningkatan kualitas BBM yang menghasilkan bahan bakar setara EURO IV di Kilang RU IV Cilacap.

Proyek PLBC tersebut, kata Achandra, sudah dimulai sejak 26 November 2015, terdiri dari dua unit proses, denhan satu unit telah selesai dikerjakan Mei 2019. Sementara satu unit lainnya diperkirakan bisa diselesaikan Juli 2019.

Pada kesempatan itu, Direktur Megaproyek dan Petrokimia Ignatius Tallulembang menjelaskan, PLBC merupakan proyek strategis yang dibangun untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

Dengan investasi senilai US$ 392 juta, proyek itu dapat meningkatkan produksi pertamax iron 92 dari 1000 MB perbulan menjadi 1669 MB perbulan.

Baca Juga:  Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

“PLBC juga mampu menaikkan spesifikasi gasoline RON 88 menjadi Pertamax RON 92,” ujar Tallulembang.

Sementara Dirut Pertamina Nicke Widyawati, mengatakan produk perdana dari unit Light Naphtha Hydroteatring (LMHT) dan Isomerization (LN-Isom) sebagai bahan baku untuk membuat BBM berkualitas dengan RON 92.

“Ini membuktikan bahwa Pertamina mampu memproduksi sendiri BBM ramah lingkungan setara EURO 4,” urai Nicke.

Nicke menyatakan, PLBC akan meningkatkan pasokan BBM dalam negeri dan mengurangi impor gasoline atau hight octane mogas compone.

“Dengan adanya peningkatan gross margin dari Pertamina Refinery Unit IV, berarti ada masukan senilai Rp 6,5 miliar per hari,” ujar Nicke. (abror vandozer)

Berita Terkait

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar
PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Berita Terbaru