Pipa Gas PT PPM Meledak, Nyawa Supriyadi Hanya Dihargai10 Hari Kerja

- Jurnalis

Senin, 13 Januari 2020 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meledaknya pipa minyak dan gas bumi (on shore) yang sedang dikerjakan PT PPM yang sedang mengerjakan proyek pengeboran subkontraktor PT Pertamina, PT Queen Energy Indonesia (QEI).

Meledaknya pipa minyak dan gas bumi (on shore) yang sedang dikerjakan PT PPM yang sedang mengerjakan proyek pengeboran subkontraktor PT Pertamina, PT Queen Energy Indonesia (QEI).

WIDEAZONE.COM, PALI — Meledaknya pipa minyak dan gas bumi (on shore) yang sedang dikerjakan PT PPM yang sedang mengerjakan proyek pengeboran subkontraktor PT Pertamina, PT Queen Energy Indonesia (QEI).

Peristiwa yang menewaskan seorang pekerja itu terjadi Kamis (9/1/2020), di sumur Candi 03 Talang Gula Desa Sukamanis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Ledakan pipa minyak yang sangat mengejutkan masyarakat itu diberitahukan ke keluarga Supriyadi pukul 13.00 WIB dari rekan kerja korban.

“Kami berangkat ke Tanah Abang. Di tengah perjalanan saya dikabarkan bahwa suami saya tewas dalam ledakan itu,” ujar Erkomsiatun ke pada wartawan, Senin (13/1/2020).

Peristiwa yang menewaskan seorang pekerja itu terjadi Kamis (9/1/2020), di sumur Candi 03 Talang Gula Desa Sukamanis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Peristiwa yang menewaskan seorang pekerja itu terjadi Kamis (9/1/2020), di sumur Candi 03 Talang Gula Desa Sukamanis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Jenazah Supriyadi sudah dimakamkan. Saat pengebumian suaminya, ada pihak perusahaan yang sempat hadir ke rumah duka.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Sayangnya, harga nyawa Supriyadi hanya dihargai 10 hari upah kerja suaminya. “Menurut pihak perusahaan, status suami saya masih pekerja harian. Mas Supriyadi baru bekerja sejak 13 Desember 2019,” ujar Erkomsiatun dengan wajah lugu.

Sayangnya, kata Erkomsiatun, pihak perusahaan yang mempekerjakan Supriyadi tidak menjelaskan kejadian itu secara kronologi. “Nyawa suamiku hanya dihargai upah 10 hari kerja, proses kejadian yang menewaskan Mas Supriyadi tidak dijelaskan secara rinci,” ujarnya sembari menitikkan air mata.

Dari saksi mata.yang meilhat kejadian, pipa gas itu pecah menghantam kepala Supriyadi. Akibanya ledakan itu, dua korban lain yang hanya menderita luka itu dilarikan ke Puskesmas Tanah Abang. Karena terkendala peralatan medis, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Prabumulih. Belum sempat diberi perawatan maksimal, nyawa Supriyadi melayang tanpa ganti rugi.

Baca Juga:  Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

“Saya minta agar polisi segera mengusut kejadian ledakan pipa gas tersebut. Bahkan saya juga minta agar pihak perusahaan bertanggung jawab atas kematian suaminya.

“Suami saya itu tulang punggung kerluarga. Dia tewas meninggalkan empat anak yang masih sekolah. Karena itu saya minta agar pihak perusahaan bertanggung jawab atas kematiannya,” tegas Erkomsiatun.

Sampai saat berita ini diterbitkan pihak PT PPM belum dapat dikonfirmasi. (*)

Laporan Nanang
Editor Anto Narasoma/Abror Vandozer

Berita Terkait

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB