Perajin dan Pelaku UMKM Wajib Lihat Peluang Digitalisasi Usaha

- Jurnalis

Sabtu, 18 Mei 2024 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bincang Dekranas, mengangkat tema ‘Best Practice Peningkatan Digitalisasi Usaha’.

Bincang Dekranas, mengangkat tema ‘Best Practice Peningkatan Digitalisasi Usaha’.

WIDEAZONE.com, SURAKARTA | Pesatnya perkembangan teknologi dan akses internet, banyak mengubah gaya hidup kita. Tak terkecuali dalam mengonsumsi produk.

Berbagai opsi produk, kini sangat mudah kita temukan lewat media sosial [medsos]. Fenomena ini, wajib dilihat oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah [UMKM] khususnya perajin untuk mengemas medsos yang dimiliki agar efektif meraup konsumen.

Isu ini dibahas mendalam di acara Bincang Dewan Kerajinan Nasional [Dekranas] 10 dalam rangka HUT ke-44 Dekranas di Pamedan Pura Mangkunegaran, Jumat 17 Mei 2024, petang.

Bincang Dekranas kali ini mengangkat tema ‘Best Practice Peningkatan Digitalisasi Usaha’.

Pendiri Social Bread sekaligus content creator, Edho Zell, mengatakan banyak pelaku UMKM yang sudah sadar pentingnya medsos sebagai wadah promosi. Akan tetapi, belum mampu menggunakan medsosnya secara maksimal. Kebanyakan para pelaku UMKM tidak memiliki waktu untuk mengemas medsos karena sibuk dengan proses produksi.

Hal itu, lanjut Edho merugikan pelaku UMKM. Menurutnya, berdasarkan riset yang dilakukan sejumlah lembaga, 72 persen keputusan konsumen dipengaruhi dari sosial media.

Baca Juga:  Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi--CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

“Jadi kalau dulu kita pakai bedak atau hair spray merek tertentu, karena orang tua kita yang pakai. Sekarang, pasti karena sosial media. Karena teman kita pakai di sosial medianya, atau Raffi Ahmad pernah pakai, Nagita pernah pakai, dan sebagainya. Kecuali kalau jualannya komoditas seperti beras, minyak, tetapi kalau yang mau bikin brand harus punya sosial media,” ujarnya.

Meski demikian, Edho menyebut bahwa pelaku UMKM wajib tahu segmen pasar dari medsos yang akan digunakan. Edho mencontohkan, jika target marketnya adalah segmen menengah ke bawah, maka Tiktok lebih efektif. Sedangkan, untuk target market menengah ke atas lebih efektif menggunakan Instagram.

Pelaku UMKM juga perlu membuat tagline jika ingin brandnya cepat dikenal. Edho menyebut bahwa tagline paling efektif pada tahun 2024 adalah “problem solving” atau penyelesai masalah.

“Kalau dari sisi campaign dan komunikasi kita harus bikin tagline yang problem solving sekarang ini. Jadi memang trennya berubah. Jadi perlu membuat produk yang menyelesaikan masalah mereka. Masalahnya tidak perlu besar, cukup yang sederhana. Misalnya, Kopi yang Sesuai Kantong. Itu sudah bisa menjadi tagline,” jelas dia.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Sementara itu, Owner Aerostreet, Aditya Caesarico, yang diwakili oleh Social Media Manager Aerostreet Septino Aditya Ramdhani mengatakan bahwa kolaborasi dengan brand lain (collabs) bisa menjadi opsi brand baru cepat dikenal.
Aditya mengakui hal tersebut sering dilakukan Aerostreet, yakni berkolaborasi dengan brand lain ketika mengeluarkan produk baru. Selain itu inovasi juga menjadi kunci.

“Jadi, kuncinya adalah inovasi dan kolaborasi,” tutup Aditya.

Diketahui bahwa rangkaian Acara Puncak HUT ke-44 Dekranas di Kota Surakarta telah berlangsung sejak tanggal 15 Mei 2024. Hari pertama perayaan HUT Dekranas kali ini menghadirkan suguhan menarik yang sarat budaya bagi masyarakat berupa lomba ‘Parade Kriya dan Budaya’ yang menghadirkan ratusan mobil hias.

Terdapat juga Expo Dekranas yang melibatkan stan produk kerajinan dari Dekranasda Provinsi, stan kuliner Nusantara, dan layanan konsultasi bagi para perajin. Rangkaian acara ini masih berlangsung hingga 18 Mei 2024. [ril/red]

Berita Terkait

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru