Pengamat: Menakar Kemampuan Legislatif Muda Pasca Pemilu 2024

- Jurnalis

Senin, 19 Februari 2024 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Dr Herman Hofi.

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Dr Herman Hofi.

WIDEAZONE.com, PONTIANAK | Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Dr Herman Hofi mengatakan persaingan Pemilu 2024 memiliki corak dan warna tersendiri dalam tahapan proses penyelenggaraan. Terlebih menakar Kemampuan Legislatif Muda untuk semakin kritis sebagai wakil rakyat pasca terpilih dalam gelanggang kontestasi demokrasi.

Pemilu 2024 memberikan peluang yang luas bagi caleg muda untuk merebut kursi Parlemen, sangat terbuka dan mendistribusikan kekuasaan politik secara merata.

Hal ini, menurut Herman Hofi, tak hanya dikarenakan regulasi, namun pemilih didominasi kaum muda, sehingga mewujudkan demokratisasi nasional hingga daerah semakin terasa.

Keberadaan caleg-caleg muda Kalimantan Barat [Kalbar] dalam pemilihan umum 2024 pada umumnya mendominasi perolehan suara, dan peluang bagi mereka untuk terpilih sebagai anggota legislatif cukup besar berdasarkan perhitungan sementara yang dilakukan KPU secara manual.

“Ini menjadi menarik untuk dikaji, baik pada proses keterpilihan mereka [caleg] maupun kinerjanya sebagai wakil rakyat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Dengan dominasi legislatif muda, Pengamat berujar, maka dapat terjadi dinamisasi proses demokrasi dan polarisasi politik dalam proses kerja politik di legislatif sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan agenda pembangunan.

Di samping itu, dia menakar sistem kepatuhan politik terhadap tokoh senior [tua] dapat bersifat kontra produktif, bila kepatuhan dan rasa tidak nyaman Terhadap tokoh tersebut hingga dapat mendegradasi sikap kritis anggota legislatif terhadap pemerintah.

Kehadiran legislatif dengan usia muda, diharapkan akan menjadi semakin kritis dan lebih demokratis, untuk mendongkrak sistem politik tradisional yang lebih cenderung bersifat feodalisme. “Legislatif muda perlu mengasah diri untuk memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” sebut dia.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh mereka [legislatif muda] menjaring suara masyarakat dalam penyaluran aspirasi. [Mereka] masih muda, energik, idealis harus terjaga sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga:  PAN Targetkan Bentuk 11 Ribu Relawan di OKU Timur

“Seyogyanya, agar [mereka] mengasah kemampuan, menjalankan tugasnya baik di sektor kontrol maupun fungsi budgeting,” tuturnya.

“Sebab, prihal APBD penting untuk dipahami dan dimengerti sebagai anggota legislatif,” kata dia.

Dengan demikian upaya mengadvokasi kelompok yang termarjinalkan dalam masyarakat akan jelas, terukur, mendorong untuk mengedepankan transparansi dalam berbagai kebijakan Pemda.

Untuk itu, menurutnya, harus benar-benar mengutamakan fungsi anggaran dan pengawasan, hingga fungsi Legislasi untuk membongkar perda-perda yang tidak berfungsi dan perda yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kondisi ini, merupakan momentum penting untuk melakukan perubahan mendasar atas kerja kerja legislatif,” ucapnya melontarkan pertanyaan mampukan mereka menjaga idealisme menembus dominasi eksekutif dalam kebijakan pemda?

Sekali lagi, dirinya menekankan anggota legislatif ini harus mampu untuk unjuk kemampuan diri menjadi wakil rakyat yang ideal.

Laporan Jono Darsono| Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
PAN Targetkan Bentuk 11 Ribu Relawan di OKU Timur
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Partai Buruh EXCO Banyuasin Terima Kunjungan Kesbangpol, Bahas Peran Strategis Parpol

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:22 WIB

PAN Targetkan Bentuk 11 Ribu Relawan di OKU Timur

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB