WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, harusnya dilakukan secara bersama-sama. Tak hanya guru sebagai pendidik langsung ke pada murid, tapi institusi pendidikan harus maksimal memberikan pelayanan.
Namun menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan (Disdiknas Sumsel) Lukman Ansori, pihaknya kurang berfungsi memberikan nilai ke pada sekolah-sekolah yang ada di daerah ini.
“Sebagai sekretaris, kami ini kurang difungsikan. Bahkan tak pernah ada persoalan pendidikan dan guru yang datang ke ruangan ini, ” ujar Lukman didampingi sejumlah staf Sekretaris Disdiknas Sumsel, di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019).

Sejak ia menjabat dan hingga saat ini belum ada guru atau praktisi pendidikan yang datang dan berkordinasi dengannya. Sebagai pejabat tampaknya Lukman seperti dimarginalkan. Padahal dalam konteks kepentingan pendidikan, jabatan sekretaris sangat urgen, tak kalah pentingnya dengan jabatan lain di Disdiknas Sumsel.
Selain guru, kata Lukman, pendidikan itu harus melibatkan berbagai pihak. Sebab tanpa melibatkan satu pihak saja, nilai yang harus dikejar tidak akan kesampaian. “Jadi wajar apabila nilai Sumsel dalam indeks integritas tidak tercatat di Kemendikbud sebagai bagian dari daftar indeks integritas ujian nasional (IIUN) tahun 2019,” katanya.
Yang Lukman sesalkan, penyediaan guru di sekolah-sekolah unggulan kurang refresentatif. Artinya, kemampuan yang belum memenuhi standar dipaksakan untuk mengajar di sekolah-sekolah favorit dan unggulan. Padahal sebagai daerah yang menjadi target pendidikan nasional, Sumsel merupakan daerah potensial untuk kualitas standar. Namun pertanyaannya, mengapa Sumsel tidak tercatat dalam daftar IIUN Kemendikbud?
Itulah yang harus menjadi perhatian semua pihak. Terutama pejabat Disdiknas, guru-guru di sekolah serta orangtua murid. Tanpa satu pun dilibatkan bagi kepentingan mutu pendidikan, maka kualitas yang diharapkan tidak mungkin terwujud.
Lukman menyarankan ke semua praktisi pendidikan adanya nilai bayangan ketika seorang siswa lulusan di satu sekolah ingin masuk ke perguruan tinggi. Tentu saja ini ada konspirasi dari para oknum di institusi pendidikan. Lukman tidak menyebutkan nama siswa dan sekolah yang melakukan sikap yang merusak nilai pendidikan di daerah ini.
“Jadi wajar apabila tahun ini Sumsel tidak tercatat sebagai daerah yang memenuhi syarat tercatat di daftar IIUN Kemendikbud. Padahal di tahun 2017 dan jenjang tahun sebelumnya prestasi kita menjadi perhatian daerah lain. Persoalan inilah yang membuat saya sedih,” ujar Lukman menutup perbincangan dengan Wideazone.com. (abror vandozer)



![Tasyakuran Hari Ulang Tahun [HUT] ke-28 Partai Amanat Nasional [PAN] di Kabupaten OKU Timur berlangsung semarak. Kegiatan digelar serentak di 20 kecamatan, Minggu 23 Agustus 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0013-225x129.jpg)


![Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] tengah](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-225x129.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260821-WA0014-225x129.jpg)

![Tasyakuran Hari Ulang Tahun [HUT] ke-28 Partai Amanat Nasional [PAN] di Kabupaten OKU Timur berlangsung semarak. Kegiatan digelar serentak di 20 kecamatan, Minggu 23 Agustus 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0013-129x85.jpg)


![Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] tengah](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-129x85.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260821-WA0014-129x85.jpg)





