NILAI SUMSEL ANJLOK, SEKRETARIS DIKNAS TAK DILIBATKAN

- Jurnalis

Rabu, 26 Juni 2019 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NILAI SUMSEL ANJLOK, SEKRETARIS DIKNAS TAK DILIBATKAN

NILAI SUMSEL ANJLOK, SEKRETARIS DIKNAS TAK DILIBATKAN

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, harusnya dilakukan secara bersama-sama. Tak hanya guru sebagai pendidik langsung ke pada murid,  tapi institusi  pendidikan harus maksimal memberikan pelayanan.

Namun menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan (Disdiknas Sumsel) Lukman Ansori,  pihaknya kurang berfungsi memberikan nilai ke pada sekolah-sekolah yang ada di daerah ini.

“Sebagai sekretaris,  kami ini kurang difungsikan. Bahkan tak pernah ada persoalan pendidikan dan guru yang datang ke ruangan ini, ”  ujar Lukman didampingi sejumlah staf Sekretaris Disdiknas Sumsel,  di ruang kerjanya,  Senin (24/6/2019).

SEKRETARIS DIKNAS SUMSEL, LUKMAN ANSHORI
SEKRETARIS DIKNAS SUMSEL, LUKMAN ANSHORI

Sejak ia menjabat dan hingga saat ini belum ada guru atau praktisi pendidikan  yang datang dan berkordinasi dengannya.  Sebagai pejabat tampaknya Lukman seperti dimarginalkan.  Padahal dalam konteks kepentingan pendidikan, jabatan sekretaris sangat  urgen, tak kalah pentingnya dengan jabatan lain di Disdiknas Sumsel.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Selain guru, kata Lukman, pendidikan itu harus melibatkan berbagai pihak. Sebab tanpa melibatkan satu pihak saja, nilai yang harus dikejar tidak akan kesampaian. “Jadi wajar apabila nilai Sumsel dalam indeks integritas tidak tercatat di Kemendikbud sebagai bagian dari daftar indeks integritas ujian nasional (IIUN) tahun 2019,” katanya.

Yang Lukman sesalkan, penyediaan guru di sekolah-sekolah unggulan kurang refresentatif. Artinya, kemampuan yang belum memenuhi standar dipaksakan untuk mengajar di sekolah-sekolah favorit dan unggulan. Padahal sebagai daerah yang menjadi target pendidikan nasional, Sumsel merupakan daerah potensial untuk kualitas standar. Namun pertanyaannya, mengapa Sumsel tidak tercatat dalam daftar IIUN Kemendikbud?

Itulah yang harus menjadi perhatian semua pihak. Terutama pejabat Disdiknas, guru-guru di sekolah serta orangtua murid. Tanpa satu pun dilibatkan bagi kepentingan mutu pendidikan, maka kualitas yang diharapkan tidak mungkin terwujud.

Baca Juga:  Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Lukman menyarankan ke semua praktisi pendidikan adanya nilai bayangan ketika seorang siswa lulusan di satu sekolah ingin masuk ke perguruan tinggi. Tentu saja ini ada konspirasi dari para oknum di institusi pendidikan. Lukman tidak menyebutkan nama siswa dan sekolah yang melakukan sikap yang merusak  nilai pendidikan di daerah ini.

“Jadi wajar apabila tahun ini Sumsel tidak tercatat sebagai daerah yang memenuhi syarat tercatat di daftar IIUN Kemendikbud. Padahal di tahun 2017 dan jenjang tahun sebelumnya prestasi kita menjadi perhatian daerah lain. Persoalan inilah yang membuat saya sedih,” ujar Lukman menutup perbincangan dengan Wideazone.com. (abror vandozer)

 

Berita Terkait

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB