banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Mendagri Nilai Pemberlakuan PPKM Mikro di Sumsel Belum Optimal

  • Bagikan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kala mengunjungi Palembang, Sumsel, Minggu (2/5/2021).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kala mengunjungi Palembang, Sumsel, Minggu (2/5/2021).
banner 468x60

Kini, pemda sedang mempersiapkan alat yang dibutuhkan sebagai tempat isolasi dan juga ruang perawatan bagi pasien COVID-19. ”Di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, ini ada sekitar 540 tempat tidur yang bisa dimanfaatkan jika terjadi lonjakan kasus,” tuturnya.

Nasrun mengutarakan tidak difungsikannya wisma atlet pada Agustus 2020 lalu disebabkan karena angka kasus positif di Sumsel menurun. Di samping itu, pemerintah membuka kesempatan bagi kabupaten/kota untuk menyediakan tempat isolasi di daerahnya masing-masing dan tidak tertumpu di Palembang lagi. ”Namun, jika memang jumlah kasus meningkat, wisma atlet akan dibuka kembali,” kata Nasrun.

Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya, Iche Andriyani Liberty, menuturkan, meningkatnya kasus positif di Sumsel tidak lepas dari meningkatnya mobilitas penduduk, terutama mendekati Lebaran. Dalam waktu satu bulan terakhir, angka positivity rate di Sumsel terus meningkat dari yang semula 27 persen pada awal April 2021 lalu kini sudah sekitar 30 persen. Angka itu jauh dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 5 persen.

Tidak hanya itu, penularan Covid-19 di Sumsel juga semakin cepat. Pada awal April 2021, untuk mencapai 1.000 kasus positif di Sumsel dibutuhkan waktu sekitar 12 hari, tetapi kini sudah mencapai sembilan hari per 1.000 kasus. ”Ini merupakan yang tercepat sepanjang pandemi terjadi di Sumsel,” kata Iche.

Karena itu, ujar Iche, pemerintah juga harus meningkatkan pelacakan, pemeriksaan, dan pemulihan sehingga ketika ada kasus positif COVID-19 bisa langsung ditanggulangi. Contoh dari kepala daerah juga diperlukan. Jangan karena telah divaksin membuat masyarakat abai untuk menjalankan protokol kesehatan. ”Pengawasan dan pendisiplinan kepada masyarakat adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.

Saat dihubungi Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM, Senin (03/05/2021) mengimbau dan mengajak warga Sumsel agar dapat melaksanakan prokes secara ketat, mulai mencuci tangan dengan sabun,menjaga jarak ,rajin memakai masker dan jangan berkerumun. “Hindari mobilitas masyarakat jangan mudik,” ucapnya.

“Selain itu mari kita dukung program pemerintah menuju Indonesia Sehat dengan mengaplikasikan Prokes secara ketat,” pungkas Supriadi. (Abror Vandozer)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *