banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Mendagri Nilai Pemberlakuan PPKM Mikro di Sumsel Belum Optimal

  • Bagikan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kala mengunjungi Palembang, Sumsel, Minggu (2/5/2021).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kala mengunjungi Palembang, Sumsel, Minggu (2/5/2021).
banner 468x60

Bahkan, untuk di Palembang, tingkat keterisian tempat tidur mencapai 65 persen atau mendekati standar maksimal 70 persen. ”Sumsel sudah lampu kuning dan ini perlu menjadi perhatian.” katanya.

Sumsel sudah lampu kuning dan ini perlu menjadi perhatian.

Masalah ini juga sempat diutarakan Presiden Joko Widodo ketika menggelar rapat penanganan Covid-19 bersama semua kepala daerah di  Indonesia, Rabu (28/4/2021). ”Saya kaget ketika Sumsel menjadi ranking satu untuk tingkat penularan tertinggi dan keterisian tempat tidur. Sebagai putra daerah, adalah kewajiban saya untuk menyampaikan hal ini,” ujar Tito.

Langkah antisipasi Kondisi ini harus segera diantisipasi dengan langkah pendisiplinan yang ketat  dalam melaksanakan PPKM berbasis mikro secara lebih optimal. Kegiatan di restoran atau di kafe, misalnya, harus dibatasi. Keterisian maksimal hanya 50 persen dari kapasitas dan tidak boleh beroperasi di atas pukul 22.00.

Kegiatan keagamaan atau acara lain harus dibatasi tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas ruangan. Jika dibiarkan, hal itu dapat mengundang kerumunan. ”Jika ada yang melanggar segera tindak tegas, baik peringatan, kalau perlu diberikan tindak pidana ringan,” ujar Tito.

Dalam pelaksanaan, lanjut Tito, diperlukan keterlibatan semua pihak, bahkan hingga ke tingkat rukun tetangga. Sumsel perlu berkaca dari beberapa daerah, seperti Sulawesi Selatan, yang mampu menekan COVID-19 dengan angka kematian 1,9 persen dan tingkat kesembuhan mencapai 97 persen atau Bali yang melibatkan para pecalang dalam melaksanakan PPKM berbasis mikro.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *