Mendagri Nilai Pemberlakuan PPKM Mikro di Sumsel Belum Optimal

- Jurnalis

Senin, 3 Mei 2021 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kala mengunjungi Palembang, Sumsel, Minggu (2/5/2021).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kala mengunjungi Palembang, Sumsel, Minggu (2/5/2021).

Bahkan, untuk di Palembang, tingkat keterisian tempat tidur mencapai 65 persen atau mendekati standar maksimal 70 persen. ”Sumsel sudah lampu kuning dan ini perlu menjadi perhatian.” katanya.

Sumsel sudah lampu kuning dan ini perlu menjadi perhatian.

Masalah ini juga sempat diutarakan Presiden Joko Widodo ketika menggelar rapat penanganan Covid-19 bersama semua kepala daerah di  Indonesia, Rabu (28/4/2021). ”Saya kaget ketika Sumsel menjadi ranking satu untuk tingkat penularan tertinggi dan keterisian tempat tidur. Sebagai putra daerah, adalah kewajiban saya untuk menyampaikan hal ini,” ujar Tito.

Baca Juga:  Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Langkah antisipasi Kondisi ini harus segera diantisipasi dengan langkah pendisiplinan yang ketat  dalam melaksanakan PPKM berbasis mikro secara lebih optimal. Kegiatan di restoran atau di kafe, misalnya, harus dibatasi. Keterisian maksimal hanya 50 persen dari kapasitas dan tidak boleh beroperasi di atas pukul 22.00.

Kegiatan keagamaan atau acara lain harus dibatasi tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas ruangan. Jika dibiarkan, hal itu dapat mengundang kerumunan. ”Jika ada yang melanggar segera tindak tegas, baik peringatan, kalau perlu diberikan tindak pidana ringan,” ujar Tito.

Baca Juga:  Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Dalam pelaksanaan, lanjut Tito, diperlukan keterlibatan semua pihak, bahkan hingga ke tingkat rukun tetangga. Sumsel perlu berkaca dari beberapa daerah, seperti Sulawesi Selatan, yang mampu menekan COVID-19 dengan angka kematian 1,9 persen dan tingkat kesembuhan mencapai 97 persen atau Bali yang melibatkan para pecalang dalam melaksanakan PPKM berbasis mikro.

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru