LEDAKAN bom bunuh diri di kompleks Gereja Katedral Jalan Kartini Makasar Sulawesi Selatan, merupakan tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.
WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Terkait kejadian itu, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman itu.
“Apapun motifnya, tindakan ini tidak dibenarkan agama. Dampaknya tidak hanya merusak diri sendiri, tapi sangat merugikan orang lain,” ujar Menag.
Akibat ledakan itu, sejumlah orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan saat ledakan itu terjadi, sebagian jemaat sedang beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah mereka yang menjadi korban atau pelaku peledekan masih didata polisi.
Menag mengharapkan agar polisi dan aparat berwenang segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan di dekat lokasi tempat ibadah tersebut.
“Tak hanya itu, saya berharap agar polisi segera bisa mengungkap tuntas siapa aktor di balik peristiwa itu,” katanya.
Yaqut memprediksi bahwa aksi pengeboman itu tidak dilakukan seorang diri. Sebab seringkali pelakunya digerakkan secara terpadu. “Namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi,” ujar Menag.
Menag juga menambahkan bahwa polisi juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusuk beribadah.
Akibat kedakan itu, Menag juga mengimbau tokoh-tokoh agama untuk meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan moderat.
Menurut Menag, agama apapun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan. Sebab kekerasan itu akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak. “Kekerasan seperti itu sangat rawan untuk mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik,” katanya.
Untuk memecahkan masalah yang dihadapi, Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai. Misalnya dengan jalan dialog, diskusi dan silaturahmi. “Dengan cara ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban,” tukasnya. (*)
Laporan Abror Vandozer/Rel
Editor Anto Narasoma



![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-129x85.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)





