Menag Yaqut Cholil Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri

- Jurnalis

Minggu, 28 Maret 2021 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar Sulawesi Selatan (Istimewa)

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar Sulawesi Selatan (Istimewa)

LEDAKAN bom bunuh diri di kompleks Gereja Katedral Jalan Kartini Makasar Sulawesi Selatan, merupakan tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Terkait kejadian itu, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman itu.

“Apapun motifnya, tindakan ini tidak dibenarkan agama. Dampaknya tidak hanya merusak diri sendiri, tapi sangat merugikan orang lain,” ujar Menag.

Akibat ledakan itu, sejumlah orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan saat ledakan itu terjadi, sebagian jemaat sedang beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah mereka yang menjadi korban atau pelaku peledekan masih didata polisi.

Baca Juga:  Dukung Kesejahteraan Driver Ojol, Ratu Dewa Hadiri Peresmian Kedai ADO dan Siapkan 500 SIM Gratis

Menag mengharapkan agar polisi dan aparat berwenang segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan di dekat lokasi tempat ibadah tersebut.

“Tak hanya itu, saya berharap agar polisi segera bisa mengungkap tuntas siapa aktor di balik peristiwa itu,” katanya.

Yaqut memprediksi bahwa aksi pengeboman itu tidak dilakukan seorang diri. Sebab seringkali pelakunya digerakkan secara terpadu. “Namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi,” ujar Menag.

Menag juga menambahkan bahwa polisi juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusuk beribadah.

Akibat kedakan itu, Menag juga mengimbau tokoh-tokoh agama untuk meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan moderat.

Baca Juga:  Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel

Menurut Menag, agama apapun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan. Sebab kekerasan itu akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak. “Kekerasan seperti itu sangat rawan untuk mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik,” katanya.

Untuk memecahkan masalah yang dihadapi, Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai. Misalnya dengan jalan dialog, diskusi dan silaturahmi. “Dengan cara ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban,” tukasnya. (*)

Laporan Abror Vandozer/Rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:06 WIB

DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Berita Terbaru

Polres OKU Timur menggelar Sidang Isbat Nikah Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polres OKU Timur. Nikah massal ini diikuti sebanyak 80 pasangan 

Headlines

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:02 WIB