WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Memasuki hari kedua pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berjalan sesuai dengan anjuran dan prosedur terapan pemerintah.
Hal itu disampaikan Kepala MAN 3 Palembang, Komariah saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (7/9/2021).
“Penerapan PTM ini telah dilaksanakan sejak enin kemarin,” ujarnya.
Ia mengatakan sesuai petunjuk Kemenag PTM terbatas ini berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pelaksanaan, PTM ini dilakukan dengan sistem ganjil genap menggunakan absensi.
“Jika dilakukan daring ada guru, menyesuaikan video pembelajaran yang telah dibuat oleh tenaga pendidik tinggal dishare,” ungkapnya
Sementara itu, waktu mulai pembelajaran dimulai pukul 07:00 hingga 11:00 WIB dan kita bagi beberapa sesi. “Setiap siswa masuk tiga kali dalam seminggu,” tuturnya.
PTM ini, sambung Komariah juga berlaku bagi siswa yang berasal dari luar kota.
“Kita fasilitasi mereka dengan asrama yang memang kita fokuskan untuk siswa di luar daerah,” ucapnya.
Untuk asrama, kita batasi hanya beberapa siswa saja.
“Ada sekitar 60 siswa yang masuk asrama khusus kelas 11 saja karena tahun lalu, kelas 10 kemarin mereka tak asrama,” jelasnya.
Biasanya normalnya satu asrama bisa mencaapi 300 orang, namun dengan situasi seperti ini maka diatur.
Kegiatan mereka, kata dia sama juga dengan lainnya yakni melakukan pembelajaran tatap muka dan daring.
“Anak yang di asrama sama prosedur layaknya yang asrama. Bimbingan tahfidz, salat jamaah dan lain sebagainya,” jelas dia.
Jika memang kondisi Palembang membaik pihaknya pun juga akan menambah lagi jumlah siswa yang asrama sesuai kapasitas.
“Jadi bagi yang di Palembang memang belum kita wajibkan. Kita lihat kalau keadaan membaik kita akan tambah lagi,” tuturnya.
Untuk prosedur siswa PTM terbatas, kata dia anak datang mencuci tangan, cek suhu dan ada sesi otomatis kalau tak pakai masker dengan benar tidak bisa masuk.
“Prosedur sama seperti lainnya sesuai prokes. Setiap kelas hanya 25 persen yakni sekitar 15 hingga 18 orang dan sisanya siswa daring,” tuturnya.
Laporan Hasan Basri



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

