Lukisan, Hidupkan Suasana Gedung Kesenian

- Jurnalis

Sabtu, 1 Juli 2023 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa seniman lukis (pelukis) telah memamerkan sejumlah lukisan mereka di ruang depan Gedung Kesenian Palembang.

Beberapa seniman lukis (pelukis) telah memamerkan sejumlah lukisan mereka di ruang depan Gedung Kesenian Palembang.

by Anto Narasoma

KOMITMEN seniman dan budayawan untuk membangun iklim berkesenian diwujudkan dalam acara Munggah Budaya di Gedung Kesenian Palembang, dari 25, 26, hingga 27 Juni 2023.

Namun sebelumnya, beberapa seniman lukis (pelukis) telah memamerkan sejumlah lukisan mereka di ruang depan Gedung Kesenian Palembang.

Bahkan, lima pelukis, Rudi, Fajar, Ian Wongkomik, Angga, dan Novi, menggoreskan kemampuan mereka di dinding gedung.

Kelima pelukis itu secara keroyokan menggores dinding dengan lukisan-lukisan menarik terkait tradisi Pakembang.

Selain lukisan rumah rakit, ada lukisan gadis pelayan minuman, dan Jembatan Ampera. Bahkan mereka juga melukis burung langka yang sudah jarang terlihat saat ini.

“Lukisan yang kita buat ini mengekspresikan tradisi Palembang. Jadi, kalau ada pelancong yang datang ke gedung ini, mereka seolah diajak untuk menikmati tradisi kita,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, kehidupan masyarakat Palembang tempo dulu, sangat akrab dengan rumah rakit.. “Makanya kita sepakat untuk melukisnya di dinding gedung ini,” katanya.

Lukisan yang digarap kelima pelukis itu menghadirkan kesan indah secara estetik. Padahal, sebelum diserahkan ke para seniman, gedung kesenian (Balai Pertemuan) layaknya rumah hantu yang tak terawat. Bahkan kelihatan seram dan menebarkan bau tak sedap.

Di kiri kanan gedung, tampak melompong. Karena jendela dan pintu gedung habis dicuri pihak tertentu.

“Saya yakin, kalau orang biasa, tentu tak berani mencuri landasan kayu jendela dan pintu gedung. Sebab di seberang gedung ini ada kantor Bekangdam II Sriwijaya,” ujar Rudi.

Namun setelah tiga lukisan itu selesai dikerjakan, suasana gedung menjadi sangat indah dipandang mata.

Menurut Hendra –seniman teater–, harusnya pihak Pemkot Palembang ada yang datang untuk melihat perkembangan gedung pasca diserahkan ke seniman.

“Apalagi para seniman telah menampilkan musik dangdur, musik rock, pementasan teater, baca puisi, tarian, serta pameran lukis. Ini sangat kolosal,” ujar Hendra.

Para seniman berjanji untuk menghidupkan suasana berkesenian di Gedung Kesenian Palembang tersebut. (*)

Penulis adalah penyair dan wartawan senior

Berita Terkait

Jamaah Al Halim Doakan H Alim dan Keluarga Diberi Ketabahan: Ada Hikmah Besar
Anniversary 3 Tahun Hedon Executive Club, Berikan Sensasi Bajak Laut bagi Pengunjung
Uchin: Musik Adalah Bahasa Universal
Langkah Kongkret Ketua Terpilih KKPP Palembang
SATUPENA Umumkan Nama-nama Penerima Penghargaan Penulis 2024: Lifetime Achievement Award hingga Dermakata Award
Fariz RM Berbagi Pengetahuan Aransemen Musik dengan Pelajar SMA-SMK se-Sumsel
Festival Jazz Suara Musi 2024 Guncang Palembang
SBS-Adinata Project Gelar Musik dan Lagu Nostalgia

Berita Terkait

Selasa, 11 Maret 2025 - 16:21 WIB

Jamaah Al Halim Doakan H Alim dan Keluarga Diberi Ketabahan: Ada Hikmah Besar

Senin, 17 Februari 2025 - 18:29 WIB

Anniversary 3 Tahun Hedon Executive Club, Berikan Sensasi Bajak Laut bagi Pengunjung

Jumat, 10 Januari 2025 - 13:50 WIB

Uchin: Musik Adalah Bahasa Universal

Kamis, 26 Desember 2024 - 10:45 WIB

Langkah Kongkret Ketua Terpilih KKPP Palembang

Minggu, 8 Desember 2024 - 09:44 WIB

SATUPENA Umumkan Nama-nama Penerima Penghargaan Penulis 2024: Lifetime Achievement Award hingga Dermakata Award

Berita Terbaru