Lapas Narkotika Banyuasin Fokus Penanganan Penyakit Scabies

- Jurnalis

Kamis, 17 Maret 2022 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Narkotika Kelas IIB Banyuasin menyelenggarakan penanganan penyakit scabies Warga Binaan Pemasyarakatan [WBP], Kamis [17/03].

Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Narkotika Kelas IIB Banyuasin menyelenggarakan penanganan penyakit scabies Warga Binaan Pemasyarakatan [WBP], Kamis [17/03].

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Sebagai antisipasi merebaknya berbagai penyakit terutama penyakit kulit scabies, Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Narkotika Kelas IIB Banyuasin menyelenggarakan penanganan penyakit scabies Warga Binaan Pemasyarakatan [WBP], Kamis [17/03].

Penyakit kulit scabies merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh WBP di dalam Lapas dikarenakan faktor penyebabnya yaitu pola penggunaan pakaian yang tidak benar dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan kamar karena memang sel penjara itu minim akan ventlilasi dan kondisi yang berdesak-desakan.

“Karena memang sel penjara ini over kapasitas, minim ventilasi sehingga penyakit scabies ini muncul, tapi bukan berarti kita hiraukan, ini bukti nyata keseriusan kami memberikan layanan kesehatan secara maksimal,” kata Royhan Al Faisal, Kepala Lapas Narkotika IIB Banyuasin.

Baca Juga:  Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Mengawali kegiatan, Kepala Lapas Narkotika Royhan memberikan arahan kepada WBP untuk selalu menjaga kebersihan kamar, pola mandi yang teratur agar dapat terhindar dari penyakit kulit ini.

Selain hak integrasi, sambungnya, WBP juga memperoleh hak hidup, hak kesehatan, makan, minum, memperoleh bahan bacaan, dan beberapa hak lain yang diatur peraturan perundangan.

“Kita akan memberikan pelayanan yang maksimal dan saya berharap bisa terlaksana dengan baik dan tertib dan semua itu diberikan gratis tanpa biaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Tak hanya memberikan penyuluhan kesehatan, Kalapas juga akan melakukan pemindahan kamar terhadap WBP yang terkena penyakit scabies dari kamar hunian WBP ke kamar kesehatan, untuk memutus mata rantai penularan scabies ini. Dalam kesempatan ini juga, diberikan bantuan berupa 2 (dua) buah tongkat disabilitas (tongkat kruk) untuk WBP penyandang disabilitas.

“Diharapkan tongkat tongkat kruk yang diberikan ini dapat bermanfaat dan dapat memudahkan WBP dalam beraktivitas,” Tutur Royhan.[Desi OY]

Berita Terkait

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:09 WIB

MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Berita Terbaru