Kuda Bunting, Tenaga dan Lelah

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2019 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perupa, Karya Syamsul

Perupa, Karya Syamsul

MEMBENTUK struktur raga dan relung-relung tubuh merupakan kekuatan seorang perupa (pematung).
Seperti dikemukakan perupa dunia Auguste Rodin, membentuk raga dan menata tiap detil ruang tubuh harus dilakukan dengan berbagai teknik.

Sebab dalam seni rupa, untuk membentuk raga suatu karya dilakukan dengan berbagai teknik sesuai bahan yang digunakan.

Sesuai tradisi para perupa, ketika berkarya sering kali menggunakan berbagai teknik. Untuk membentuk obyek, misalnya, untuk kali pertama perupa melakukan teknik merakit.

Artinya, cara merakit karya itu digunakan kali pertama ketika menghadapi bahan karya. Karena itu Auguste Rodin mampu membangun bentuk patung bernuansa relief dekorasi portal.

Patung fenomenal yang terkenal ia bikin adalah patung The Kiss, pasangan telanjang yang saling berangkulan di tahun 1882.

Mencermati patung “Tenaga Kuda Betina ( stoneware) karya Syamsul Sulpture dari gerabah bakar setinggi 43 cm x 21 cm x 26 cm, yang dibentuknya tahun 2003, cukup menyita perhatian saya.

Dari corak dan gaya karyanya cukup menarik. Sebab struktur bentuk seekor kuda betina berusaha tegar membawa dirinya (bisa jadi dalam keadaan bunting) yang terkesan lemah.

Baca Juga:  Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Namun semangat untuk hidup begitu kuat. Karena jiwa “ibu” yang digambarkan Syamsul dalam karyanya memang menyentuh perasaan.

Penjiwaan dirinya ketika menggambarkan karya itu dalam bentuk hewan (kuda), sangat dalam. Itu dapat terlihat dari struktur bentuk kuda betina yang lelah berjalan. Namun semangat ibu yang sedang mengandung anaknya, corak karya ini tampak tegar.

Bisa jadi, sebelum karya itu ia bentuk menjadi karya, alam pikir dan perasaan Syamsul Sulpture diboboti misi kuda (betina), bunting, lelah, perut besar dan kondisi payah.

Justru dengan penggambaran itu karyanya cukup kuat dan mengagumkan peminatnya. Dapat kita cermati dari detil karyanya ini.

Memang, sebelum berkarya, setidaknya perupa harus mempersiapkan psikologis diri yang akan dilimpahkan ke karyanya. Misalnya karakter kuda dan corak emosional hewan.

Meski itu hanya sebentuk patung, ketika kita membentuk dengan sejumlah persiapan itu, maka hasilnya akan berkarakter kuat.

Seperti dikemukakan pematung Patricia Piccinini, penjiwaan itu sangat penting ketika seorang pematung sedang membentuk karyanya.

Baca Juga:  PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sebab pembubuhan watak dan penjiwaan yang mengikat perasaan si pematung akan berpengaruh kuat terhadap hasil karyanya.

Pematung Syamsul menorehkan perasaan itu ketika ia merakit bentuk tubuh serta detil di tiap kelokan pada tubuh karya. Misalnya penonjolan otot, sekat persendian, serta uraian bulu kuduk di belakang kepala kuda dan ekornya.

Bahkan dilihat dari bentuk kepala, telinga dan mulut kuda terdapat kesan lelah yang berkaitan dengan kondisi kandungan si perutnya.

Memang satu momen dengan momen obyek harus saling berkait. Karena penampilan utuh dari karya itu adalah saking berkait dan mendukung karakter keseluruhan.

Dilihat dari pewarnaan yang dipoles Syamsul ke tubuh kuda cukup menarik. Dari beberapa tonjolan otot tampak lebih kecokelatan sehingga patungnya tampak “hidup” dalam kelelahan karena sang kuda betina sedang mengandung anak.

Sedikit catatan, jika suwiran bulu di ekor kuda lebih ditonjolkan dengan guratan tipis, maka Syamsul akan memperoleh kesempurnaan estetik atas karyanya “Tenaga Kuda Betina”. (*)

 

Tirta Bening, 7 September 2019

Berita Terkait

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro
PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN
Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !
BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !
Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !
KMP Gelar Literasi Sastra: Inklusi dan Pemerataan Edukasi
Harsinas Dekatkan Puisi ke Masyarakat
ORANG-ORANGAN SAWAH

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:17 WIB

Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:15 WIB

Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !

Berita Terbaru

Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]

Ekobis

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:28 WIB

Gedung Pancasila [Gambar Ist]

Headlines

Pancasila di Persimpangan Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WIB