KPAI : Dalam Dunia PendidikanTidak Dibenarkan Adanya Kekerasan Fisik

- Jurnalis

Jumat, 19 Juli 2019 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Ist.net

Photo Ist.net

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Adanya dugaan kekerasan yang terjadi di SMA Taruna Indonesia Palembang hingga siswa Dewyn Berli Julindro (14) tewas, disorot Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Lystyani MSi. Menurut Retno, dalam dunia pendidikan tidak dibenarkan adanya tindak kekerasan fisik. “Anak boleh salah. Tapi harus diberi kesempatan untuk memperbaiki diri,” tegas Retno.

Merujuk ke Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), kata Retno, jelas menegaskan pelarangan itu sudah jelas tertulis. “Tinggal kepala Disdiknas yang harus membuat edaran ke sekolah-sekolah,”katanya.

Baca Juga:  Skandal Korupsi Berantai Anggaran Pemilu 2024 di Sumsel, JAKOR Seret KPU-Bawaslu hingga BPBD ke Meja Hukum

Menurut Indonesian Commission on Child Protection Comisioner KPAI Pusat, dirinya mendapat laporan tentang kematian Delwyn.

Namun ia tidak langsung bertemu dokter yang merawat anak tersebut. “Saya hanya bertemu dengan orangtua korban. Dia mengatakan bahwa sebelum mengikuti MOS anaknya sehat-sehat saja. Itu dapat dibuktikan dari riwayat hidupnya,” kata Retno ke pada wartawan.

Namun pada dinihari dikabarkan pihak sekolah bahwa anaknya masuk rumah sakit dalam keadaan kritis. Menurut keterangan dokter, kata Retno menirukan ucapan orangtua Delwyn, korban harus segera dioperasi akrena ada kerusakan di bagian usus.

Baca Juga:  Ketua TP-PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal

Parahnya, ketika orangtuanya menanyakan, Dewyn mengatakan,” Ma, selama enam hari ini saya dipukuli dengan bambu. Banyak memar di tubuh saya.”

“Saya hanya menirukan perkataan orangtua murid, karena saya tidak melihat langsung. Menurut orangtuanya, korban tidak sadarkan diri atau masih dalam kondisi kritis. Yah, saat itu hanya menunggu keajaiban dari Tuhan,” papar Retno.

Sebelum tewas, katanya, Delwyn sempat kejang-kejang saat mengikuti kegiatan MOS, Jumat malam (12/7/2019). Ia meninggal di Rumah Sakit Myria. (abror vandozer)

Berita Terkait

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Pelantikan PaSKI Sumsel: Gubernur Herman Deru Sampaikan Empat Pesan Penting
Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran
Dukungan Investasi Soal Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat Rp26 Triliun
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Herman Deru Paparkan Program Keagamaan Sumsel di Hadapan Menteri Agama

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:28 WIB

Pelantikan PaSKI Sumsel: Gubernur Herman Deru Sampaikan Empat Pesan Penting

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:12 WIB

Dukungan Investasi Soal Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat Rp26 Triliun

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB