Kontes Burung Berkicau Hanya Kantongi Surat Rekomendasi

- Jurnalis

Senin, 22 Februari 2021 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima Rajawali Indonesia, Sofyan Juandi

Panglima Rajawali Indonesia, Sofyan Juandi

PANITIA Kontes Burung Berkicau yang digelar di pelataran belakang OPI Mall Jakabaring Selatan Banyuasin menyatakan, mereka hanya diminta untuk memberi penilaian bagi kicauan burung yang baik dan lama.
————
WIDEAZONE.COM, BANYUASIN —- Terkait Kontes Kicau Burung yang diikuti kicau mania dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, bahkan dari Provinsi Bangka-Belitung dan Samarinda, digelar dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Panglima Rajawali Indonesia, Sofyan Juandi, mengatakan pelaksanaannya tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Di tengah pandemi COVID-19 ini, pelaksanaan Kontes Burung Berkicau itu kita lakukan sesuai protokol kesehatan,” ujar Sofyan, Minggu (21/2/2021).

Menurut dia, digelarnya kegiatan tersebut, merupakan pengkatrolan di sektor ekonomi kerakyatan. Sebab para kicau mania yang turut dalam kegiatan itu merupakan bentuk kegiatan ekonomi kerakyatan. “Ini yang perlu kita dukung,” katanya.

Baca Juga:  PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Kontes Burung Berkicau yang bertema ke-Indonesia-an itu merupakan kontes lokal. Meski demikian, banyak juga peserta dari luar Sumsel yang ikut kegiatan itu.

Selain dari Bangka-Belitung, para peserta yang hadir ada juga yang datang dari Samarinda, Jogja, serta dari daerah lainnya.

Para peserta banyak yang membawa burung jenis lovebird. Bahkan peserta dari Yogyakarta dan Samarinda tergabung dalam komunitas burung Pesut SF.

“Saya dari Jogja, Mas. Sedangkan bos saya ini dari Samarinda, Kalimantan Timur. Kami sudah biasa mengikuti kompetisi di luar kota, setiap hari Minggu,” kata Bima, peserta dari Yogyakarta ini.

Baca Juga:  Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Sedangkan peserta dari Bangka-Belitung, Wandi, membawa burung jenis murai batu. “Harga burung ini cukup mahal. Alhamdulillah kami sudah memenangkan kontes dalam dua season,” kata Wandi.

Pada season pertama, ujarnya, burung yang diberi nama bento itu meraih juara nominasi juara keempat. Sedangkan season kedua, bento unggul pada juara pertama.

“Pada season pertama kita memperoleh juara keempat. Sedangkan di season kedua dengan tiket Rp 500 ribu, burung kami seharga Rp 125 juta itu meraih predikat juara satu,” ujar Bima menutup perbincangan.(*)

Laporan Nopri
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

KPU Banyuasin Go to School, Edukasi Pemilih Pemula Kritis Jaring Informasi
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:11 WIB

KPU Banyuasin Go to School, Edukasi Pemilih Pemula Kritis Jaring Informasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terbaru