KONI Pusat akan melakukan edukasi kepada anggotanya, hingga tingkat kabupaten/kota, dalam kampanyekan Anti-Doping. Menurut Lukman edukasi sangat diperlukan karena beberapa kasus doping terjadi tanpa disengaja.
“Banyak kasus terjadi yang tanpa diketahui atau tanpa disadari atlet-atlet itu sendiri, bahwa ia telah masuk kategori doping. Kita harus lebih detail memberikan edukasi, kemudian dijelaskan apa-apa saja zat yang mengandung Doping,” ucapnya.
Penandatanganan kerja sama juga dilakukan oleh IADO dengan beberapa pengurus pusat cabang olahraga. Selain itu juga hadir induk cabang olahraga paralimpik.
Berikut daftar sejumlah cabor dan induk organisasi olahraga yang melakukan ppenandatangan kerja sama:
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI),
Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi),Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),
Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB.WI),
Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI),
Komite Paralimpiade Nasional Indonesia/ National Paralympic Committee (NPC). (JFA)
Halaman : 1 2

















![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)

