Khadijah Rektor UIN, Banyak Pihak Kecewa

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2020 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERPILIHNYA Prof Dr Nyanyu Khadijah SAg MSi sebagai rektor Univeritas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, memicu ketidakpuasan sejumlah pihak.

TERPILIHNYA Prof Dr Nyanyu Khadijah SAg MSi sebagai rektor Univeritas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, memicu ketidakpuasan sejumlah pihak.

TERPILIHNYA Prof Dr Nyanyu Khadijah SAg MSi sebagai rektor Univeritas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, memicu ketidakpuasan sejumlah pihak.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG —- Pengamat dan akademisi yang meminta namanya diinisialkan saja (T), mengatakan bahwa terpilihnya Ibu Nyanyu Khadijah sebagai rektor UIN Raden Fatah Palembang, telah mencederai prinsif keadilan dan profesionalitas pendidikan. Mengapa?

Menurut dia, banyak pihak yang menyampaikan ke padanya bahwa proses persyaratan dan keputusan yang zalim.

“Keputusan Menteri Agama yang menetapkan Ibu Nyayu Khadijah sebagai rektor UIN Raden Fatah Palembang adalah maladministrasi. Ini bisa menjadi perhatian ombudsman,” ujar T ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Senin (27/7/2020).

Jika ini faktanya, kata T, tak perlu lagi adanya sidang senat. Harusnya digelar saja sidang komsel agar hemat biaya dan menteri agama bisa menunjuk langsung Ibu Khadijah sebagai rektor UIN. Dengan demikian tidak menghabiskan biaya negara.

Baca Juga:  Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Menurut T, terkait adanya masalah itu, harus ada perombakan sistem di PMA. Dalam pemilihan rektor di lingkup UIN tak terjadi lagi hal seperti ini.

“Kita bisa menyontoh sistem pemilihan rektor di universitas negeri yang diatur Permendilbud No 24 tahun 2010 tentang pemilihan rektor. Artinya, 35 persen suara menteri dan 65 persen senat. Dari perpaduan ini, katanya.

Menurut dia, figur terpilih benar-benar murni berasal dari suara internal kampus. Jauh dari polemik dan kepentingan politik.

Sementara itu, terkait masalah ini, seorang senat berinisal A, mengatakan Dewan Senat UIN Raden Fatah sempat kecewa. Sebab dewan menganggap rekomendasi kementerian agama seperti diatur dalam PMA yang tidak dijadikan pertimbangan.

Baca Juga:  Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Pada final pertimbangan Senat UIN Raden Fatah, katanya, ditugaskan melakukan penilaian secara kualitatif tentang kelayakan figur yang ditetapkan sebagai rektor.

Dengan dilantiknya Prof Dr Nyayu Khadijah SAg MSi, dari kalangan internal UIN Raden Fatah menganggap bahwa pengabaian aspirasi internal kampus yang telah menetapkan Prof Sirozi secara obyektif, ssngat disesalkan. Padahal posisi Sirozi berada di atas dibanding kandidat lain.

Dengan fakta ini, bisa dijadikan bahan pertimbangan revisi PMA Nomor 68 tahun 2015 yang dinilai sangat potensial membuka pintu KKN, kepentingan kelompok dan mencederai prinsip-prinsip keadilan dan profesionalitas. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran
Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026
Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
10 Catar Akpol Mundur, Polda Sumsel Perketat Tahapan Ujian
Adam Alfharizi, Raja Catwalk SDN 20 Palembang Menuju Jakarta
Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:39 WIB

Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:47 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:50 WIB

PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB