banner 2560x598

banner 2560x598

Ketua PGRI Sumsel: Rp2 Triliun Prioritaskan Vaksinasi Guru dan Siswa

  • Bagikan
Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto
Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Sosok pengusaha keluarga Almarhum Akidi Tio sempat hebohkan jagat Nusantara saat menghibahkan dana sebesar Rp2 Triliun ke pada Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM untuk penanganan dan penanggulangan pandemi COVID-19 yang masih merebak saat ini.

Jumlah yang sangat fantastis tersebut, membuat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel, Ahmad Zulinto angkat suara. “Sangat senang dan bahagia mendengar seorang pengusaha yang begitu dermawan membantu memberiklan kontribusi nyata kemanusiaan bagi penanggulangan wabah COVID-19 di Sumsel,” ungkapnya.

Dikatakan Zulinto, secara pribadi sangat senang mendengar adanya bantuan ini. Luar biasa sekali, ini dapat membantu menanggulangi persoalan COVID-19. “Saya di sini memberikan saran dan masukan, agar uang yang diberikan dapat berguna tepat jika digunakan untuk vaksinasi masyarakat Sumsel,” ujarnya.

Saya selaku Ketua PGRI Sumsel, jelas Zulinto, mengusulkan atas nama semua guru, anak didik mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK bahkan mahasiswa yang ada di bumi Sriwijaya meminta diberikan vaksin.

Karena itu dirinya mewakili semua dari sektor pendidikan agar bisa dilakukan vaksinasi bagi yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. “Kita yakin Bapak Kapolda Sumsel pasti sangat aware dan sangan amanah dalam menjalankan amanah ini,” ucapnya.

Menurutnya, vaksin ini sangat penting bagi para guru, tenaga pendidik, anak-anak sekolah termasuk mahasiswa guna mendukung proses tatap muka secara terbatas bisa dimulai. “Jika vaksin bagi guru, pelajar, dosen, mahasiswa sudah terlaksana maka proses kegiatan belajar mengajar (KBM) atau tatap muka bisa dilakukan walaupun secara terbatas,” tegasnya.

Karena itu, harapan PGRI Sumsel supaya anak-anak di bumi Sriwijaya ini bisa sekolah jika semuanya bisa divaksinasi bukan hanya tenaga pendidik saja. “Ini yang kami harapkan agar bisa membantu untuk vaksin ini dan juga untuk orangtua siswa juga ikut mengantarkan anaknya ke sekolah juga bisa divaksin,” terangnya.

Seperti yang kita ketahui saat ini vaksin dari pemerintah sangat terbatas sehingga masyarakat pun kesulitan untuk mendapatkan vaksin. “Untuk di Sumsel ini memang masih banyak guru yang belum di vaksin. Di kota Palembang data kita baru 86 persen guru divaksin,” tegasnya. 

Belum lagi, lanjut dia untuk siswa belum ada vaksin yang dilakukan karena kuota vaksin di kota Palembang yang didapatkan dari pemerintah pusat terbatas.

Laporan Hasan Basri

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *