TRADISI masyarakat dan seni dalam berbagai cabang merupakan jatidiri budaya yang sangat mengakar di dalam kehidupan bangsa.
Dengan kekuatan tradisi itulah bangsa Indonesia banyak memberikan kontribusi kebudayaan bagi masyarakat dunia.
Maka dengan dasar kemampuan mendasar yang ada di dalam dirinya, para seniman mengekspresikan lenggok dan gayanya saat berada di pentas pertunjukan.
Seperti kata penyair Putu Arya Tirtawirya, panggung merupakan ruang untuk mengekspresikan segala kemampuan yang dimiliki seniman.
Panggunglah tempat berkolaborasinya dramaturgi yang memuat penampilan musik, tari, drama, baca puisi, lukis (ilustrasi panggung) serta seni-seni lainnya.
Terkait masalah itu, Willy Surendra (WS Rendra) berpendapat, seorang seniman pentas akan selalu memberikan tampilan yang menghibur sepanjang di dalam dirinya muncul “kesombongan estetika” saat tampil sebagai pemain.
“Kesombongan estetika” adalah emosi jiwa yang membakar segala kemampuan artistik di dalam dirinya.
Karena itu ketika seniman tampil sebagai penghibur di panggung, ia akan menguras segala “kesombongan estetik”, agar tampilannya mampu memberikan tawaran maksimal.
Sebagai aktor, sebelum tampil di pentas membawakan misi hiburan, ia telah melewati masa latihan panjang untuk mengolah diri.
Saat latihan, ia mencoba merenungi diri dan menyatukan diri ke dalam alam sekitarnya. Saat itu, ia akan mendengar detak jantungnya, suara cericit burung di kejauhan sana, desau angin, serta mencium aroma sekitar.
Pertanyaannya, mengapa mereka melakukan perenungan diri atau bermeditasi di alam terbuka?
Di sinilah kunci untuk menajamkan insting dirinya ketika dipercaya sutradara untuk memerankan lakon tertentu.
Bahkan dengan cara menyatukan diri ke alam sekitar, penari akan mampu melenturkan diri saat ia berlenggak-lenggok di panggung.
Seni tak sekadar mengungkap keindahan. Di dalamnya terdapat filosofi terkait nilai kemanusiaan dan tugas perannya di panggung.
Ketika pelakon tampil sebagai penghibur, ia begitu paham untuk menggali nilai seni yang memuat estetika sebagai penjabaran keindahan dan penyampaian isi (sense of art) pertunjukkan.
Bermeditasi dan merenungi diri, sangat penting untuk membedakan siapa dirinya, apa tugasnya dan apa yang akan dibawakan ketika ia tampil di pentas hiburan.
Jika pemusik mampu memberikan kekayaan ilustrasi nada, maka aktor berani berekspresi dengan nilai keindahan permainannya di areal stage of act.
Memang, keindahan tampilan seniman muncul dari pikiran, rasa dan nalurinya sebagai pemain. Pikiran, rasa dan naluri akan membangun emosi sehingga penampilannya di panggung itu mencapai titik estetika maksimal atau tidak. Karena peran pikiran, rasa dan naluri itulah yang membangun struktur permainan (pola tayang) kita akan tiba ke pokok pikiran penonton. (*)
Tirta Bening, 5 Oktober 2019



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

